RIYADH Operasional kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco tiba-tiba dihentikan, Senin (2/3/2026). Pemicunya? Serangan drone yang menghantam fasilitas strategis itu. Langkah penghentian ini diambil sebagai tindakan darurat, semata-mata demi menjamin keamanan seluruh instalasi dan para pekerjanya.
Kebakaran sempat terjadi di lokasi, dipicu oleh serangan pesawat nirawak itu. Untungnya, situasi kini sudah bisa dikendalikan. Menurut laporan dari lapangan, operasional kilang raksasa yang sanggup mengolah 550.000 barel minyak per hari itu perlahan mulai kembali normal.
Namun begitu, dampak dari insiden ini langsung terasa. Ras Tanura bukan sembarang kilang; ia adalah salah satu pusat pengolahan minyak terpenting di dunia dan ujung tombak jaringan ekspor Arab Saudi. Kabar serangan ini langsung memicu gejolak di pasar komoditas global. Harga-harga pun bergerak tak menentu, mencerminkan kekhawatiran akan pasokan.
Artikel Terkait
15 Penerbangan Internasional Batal di Bandara Bali Imbas Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Kejagung Geledah Puluhan Lokasi di Riau dan Medan Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Sawit
Wamenkeu: APBN Fleksibel dan Siap Hadapi Gejolak Global
SKK Migas dan Investor Tandatangani FID, Proyek Gas Mako Masuk Tahap Implementasi