Delapan Negara Timur Tengah Tutup Wilayah Udara Imbas Eskalasi AS-Israel-Iran

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:00 WIB
Delapan Negara Timur Tengah Tutup Wilayah Udara Imbas Eskalasi AS-Israel-Iran

"Seluruh aset dan kepentingan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah kini menjadi target yang sah," ujarnya.

Pernyataan itu seperti mengukuhkan bahwa krisis ini belum akan berakhir cepat.

Dampaknya pun merambat dengan cepat ke industri penerbangan global. Kekacauan di darat dan udara berarti kekacauan di jadwal penerbangan. Banyak maskapai terpaksa mengambil langkah darurat: membatalkan atau mengalihkan rute mereka yang melintasi Timur Tengah. Kementerian Transportasi Rusia, misalnya, menyatakan maskapai mereka berhenti terbang ke Iran dan Israel. Air India juga memilih untuk sementara menghindari seluruh wilayah tersebut demi keamanan.

Daftar maskapai yang menghentikan operasinya ke kawasan itu semakin panjang dan membaca namanya seperti melihat daftar penerbangan di bandara utama. Lufthansa, Air France, sampai British Airways ikut menangguhkan. Belum lagi Turkish Airlines, Qatar Airways, KLM, Virgin Atlantic, dan beberapa lainnya seperti Iberia, Wizz Air, Aegean, Indigo, Japan Airlines, serta Scandinavian Airlines. Langit Timur Tengah, yang biasanya ramai dengan lalu lintas udara global, mendadak menjadi sangat sepi dan mencekam.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar