Iran Tutup Seluruh Universitas dan Balas Serangan AS-Israel dengan Guncang Pangkalan Militer di Teluk

- Minggu, 01 Maret 2026 | 00:10 WIB
Iran Tutup Seluruh Universitas dan Balas Serangan AS-Israel dengan Guncang Pangkalan Militer di Teluk

Iran Tutup Kampus, Ledakan Guncang Pangkalan AS di Teluk

Menanggapi serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, pemerintah Iran mengambil sejumlah langkah tegas. Salah satu yang langsung terasa adalah keputusan untuk menutup seluruh universitas di negara itu. Pengumuman resmi dari Menteri Sains menyatakan penutupan itu berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Serangan gabungan AS-Israel itu sendiri terjadi pada pagi hari waktu setempat. Menurut pihak penyerang, aksi militer ini bertujuan untuk menetralisir ancaman yang berasal dari rezim Iran. Namun begitu, Teheran punya pandangan yang sama sekali berbeda.

Bagi Iran, serangan itu adalah pelanggaran kedaulatan yang tak bisa ditolerir. Militer Iran langsung berjanji akan membalas. Dan janji itu tak butuh waktu lama untuk ditepati. Tak lama setelahnya, serangan balasan diluncurkan ke sejumlah fasilitas militer AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah.

Akibatnya, rentetan ledakan keras mengguncang beberapa negara Teluk Arab. Dari Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Kuwait semua melaporkan insiden tersebut. Ledakan-ledakan itu terjadi di lokasi-lokasi yang diketahui menjadi pangkalan militer Amerika Serikat.

Situasi semakin mencekam dengan kabar yang beredar mengenai korban di pihak Iran. Menurut sejumlah laporan, Menteri Pertahanan Iran, Amir Nasirzadeh, dan Komandan Garda Revolusi, Mohammed Pakpour, dilaporkan tewas. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran maupun komentar dari Israel terkait kabar ini. Keadaan masih gelap dan penuh ketidakpastian.

Di sisi lain, dari Washington, Presiden AS Donald Trump akhirnya angkat bicara.

"Nyawa para pahlawan Amerika yang berani mungkin akan melayang dan kita mungkin akan memiliki korban jiwa, hal yang sering terjadi dalam perang," ujarnya.

Namun, Trump membingkai serangan ini sebagai sebuah tindakan yang perlu. "Kita melakukan ini, bukan untuk saat ini. Kita melakukan ini untuk masa depan, dan ini adalah misi yang mulia," tambahnya. Pernyataannya itu sekaligus menegaskan posisi AS di tengah eskalasi yang semakin panas ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar