Iran Tutup Kampus, Ledakan Guncang Pangkalan AS di Teluk
Menanggapi serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, pemerintah Iran mengambil sejumlah langkah tegas. Salah satu yang langsung terasa adalah keputusan untuk menutup seluruh universitas di negara itu. Pengumuman resmi dari Menteri Sains menyatakan penutupan itu berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.
Serangan gabungan AS-Israel itu sendiri terjadi pada pagi hari waktu setempat. Menurut pihak penyerang, aksi militer ini bertujuan untuk menetralisir ancaman yang berasal dari rezim Iran. Namun begitu, Teheran punya pandangan yang sama sekali berbeda.
Bagi Iran, serangan itu adalah pelanggaran kedaulatan yang tak bisa ditolerir. Militer Iran langsung berjanji akan membalas. Dan janji itu tak butuh waktu lama untuk ditepati. Tak lama setelahnya, serangan balasan diluncurkan ke sejumlah fasilitas militer AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Akibatnya, rentetan ledakan keras mengguncang beberapa negara Teluk Arab. Dari Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga Kuwait semua melaporkan insiden tersebut. Ledakan-ledakan itu terjadi di lokasi-lokasi yang diketahui menjadi pangkalan militer Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Dokumen Ungkap Upaya Terakhir Epstein Beli Istana Rp248 M Sebelum Ditangkap
Trump Umumkan Operasi Militer AS Skala Besar Dimulai di Iran
Polres Bogor Realisasikan Program Bedah Rumah ASRI untuk 13 Hunian Tidak Layak
AS dan Israel Luncurkan Serangan Besar, Desak Rakyat Iran Gulingkan Rezim