Ledakan mengguncang beberapa kota besar Iran dini hari tadi. Dari Teheran hingga Isfahan, suara dentuman dilaporkan terdengar jelas, menandai dimulainya sebuah operasi militer gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel. Targetnya jelas: rezim Ayatullah.
Iran tak tinggal diam. Balasan datang hampir bersamaan, dengan rudal-rudal diluncurkan ke sejumlah fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah. Situasi di kawasan itu pun langsung memanas dengan cepat.
Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang akrab disapa Bibi menegaskan maksud dari serangan ini. “Sudah waktunya bagi seluruh rakyat Iran untuk melepaskan diri dari belenggu tirani sekaligus menghadirkan Iran yang bebas dan cinta damai,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikannya melalui siaran yang dilaporkan media Israel, Sabtu (28/2/2026).
Netanyahu dengan gamblang menyebut tujuan operasi ini adalah menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk merebut kembali kendali dari tangan para ulama. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump, menguatkan lagi soal persahabatan bersejarah kedua negara.
Artikel Terkait
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Ganggu Lalu Lintas Minyak di Selat Hormuz
Serangan AS-Israel Hancurkan Sekolah Dasar di Iran, 40 Murid Perempuan Tewas
KPK Ungkap Upaya Sistematis Penghilangan Barang Bukti dalam Kasus Suap Bea Cukai
Trump Peringatkan Iran Usai Serangan Gabungan AS-Israel