“Selama 47 tahun, rezim Ayatullah menyerukan 'Kematian bagi Israel' dan 'Kematian bagi Amerika.' Mereka telah menumpahkan darah kami, membunuh banyak warga Amerika, dan bahkan membunuh rakyatnya sendiri,” kata Netanyahu, suaranya tegas.
Ancaman nuklir Iran juga jadi perhatian utama. Netanyahu menegaskan rezim ini tidak boleh memiliki senjata nuklir. Alasannya, hal itu akan membahayakan perdamaian global dan masa depan umat manusia.
Dia mengulang seruannya, memanggil semua kelompok di Iran dari Persia, Kurdi, hingga Azeri untuk bersatu membebaskan diri.
Di sisi lain, seruan perlawanan juga datang dari dalam. Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi, ikut angkat bicara. Dia mendesak militer dan kepolisian di tanah airnya untuk membelot, membantu gerakan anti-rezim yang berusaha menggulingkan Republik Islam.
Situasi masih berkembang. Dan dunia menahan napas, menunggu babak berikutnya dari konflik yang tiba-tiba meledak ini.
Artikel Terkait
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Ganggu Lalu Lintas Minyak di Selat Hormuz
Serangan AS-Israel Hancurkan Sekolah Dasar di Iran, 40 Murid Perempuan Tewas
KPK Ungkap Upaya Sistematis Penghilangan Barang Bukti dalam Kasus Suap Bea Cukai
Trump Peringatkan Iran Usai Serangan Gabungan AS-Israel