Penamaan sinonggi berasal dari bahasa Tolaki “o songgi” atau “pasonggi” yang bermakna alat makan yang terbuat dari bambu.
Guna alat makan ini untuk memindahkan sinonggi dari wadahnya menuju ke piring penyantap.
Teksturnya yang kenyal dan lembut membuat penikmat tidak perlu banyak mengunyah seperti nasi untuk memakannya.
Sagu yang akan dibuat sinonggi baiknya direndam dengan air dingin semalaman untuk membersihkan kotoran yang melekat.
Kemudian air rendaman dibuang dan diganti dengan air bersih secukupnya, lalu air panas dituangkan pada wadah sagu sampai sagunya mengental.
Baca Juga: Mengenal Kabuto Sebagai Makanan Khas Pesisir Muna, Sulawesi Tenggara
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: gorajuara.com
Artikel Terkait
Kemkominfo Ungkap 110 Juta Anak RI di Dunia Maya, Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci
ASEAN dan India Pacu Wisata Kapal Pesiar, Rute Baru dan Konektivitas Jadi Fokus
Meikarta Mulai Garap 141.000 Unit Rusun Subsidi, Lahan Dinyatakan Clean and Clear
MNC University Gelar Forum Pelajar SDGs, Siapkan Pemimpin Masa Depan