Anggota Bon Jowi Tuduh Jokowi Psikopat jika Sengaja Tak Tunjukkan Ijazah Asli

- Rabu, 19 November 2025 | 00:00 WIB
Anggota Bon Jowi Tuduh Jokowi Psikopat jika Sengaja Tak Tunjukkan Ijazah Asli

JAKARTA - Kontroversi seputar keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas. Seorang anggota tim Bongkar Ijazah Jokowi (Bon Jowi), Lukas Warso, melontarkan tuduhan serius terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia itu.

Lukas menyatakan bahwa Jokowi dapat disebut sebagai seorang psikopat jika memang memiliki dokumen ijazah yang sah namun dengan sengaja tidak menunjukkannya kepada publik.

Dalam keterangannya, Lukas mengaku awalnya tidak memedulikan isu ini ketika pertama kali diangkat oleh Bambang Tri Mulyono melalui gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2022. Namun, ketertarikannya tumbuh pada April 2025, menyusul unggahan foto ijazah Jokowi oleh kader PSI, Dian Sandi Utama, yang kemudian dianalisis oleh Roy Suryo dan kawan-kawan.

"Dari proses yang sudah saya amati dan lakukan sekian bulan ini soal keaslian ijazah Jokowi, persentase bahwa Jokowi tidak punya ijazah itu semakin meningkat," ujar Lukas dalam sebuah wawancara.

Kemungkinan Ada, Namun Kecil

Lukas mengakui bahwa kemungkinan Jokowi memiliki ijazah yang asli tetap terbuka. Namun, berdasarkan seluruh proses yang telah diikutinya, ia menilai peluang itu sangat kecil.

"Saya selalu jawab, kemungkinan itu selalu ada. Tapi, melihat proses yang ada sekarang, kecil kemungkinannya," tegasnya.

Tuduhan Sifat Psikopat

Lukas kemudian melontarkan pernyataan yang lebih jauh, dengan menyentuh ranah psikologis.

"Kalau benar Jokowi punya ijazah, pengamatan saya secara psikologis, Jokowi punya ijazah itu dan asli tapi tidak mau menunjukkan, itu berarti dia mengalami suatu problem psikopat. Jadi dia ingin mengerjai bangsa ini, negara ini. Dia punya ijazah tapi dibiarkan saja," paparnya.

Menurut Lukas, teori tersebut justru dipercaya oleh banyak kalangan, termasuk beberapa kalangan akademisi.

"Terus terang, banyak yang percaya, loh. Bahkan, beberapa guru besar percaya teori itu bahwa kita sedang dipermainkan Jokowi," jelasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar