Pelatih Panjat Tebing Diduga Lakukan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Fisik terhadap Delapan Atlet

- Jumat, 27 Februari 2026 | 11:15 WIB
Pelatih Panjat Tebing Diduga Lakukan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Fisik terhadap Delapan Atlet

Namun begitu, Hendra mengaku merasa dikerdilkan. “Ya saya sampai saat ini kan belum ada undangan atau surat klarifikasi terkait tuduhan dan dugaan penganiayaan dan pelecehan seksual,” keluhnya saat dihubungi Rabu (25/2/2026).

“Jadi silakan ditanyakan ke delapan atlet itu saja. Setahu saya ada lima atlet putra dan tiga atlet putri yang mengadu ke Ibu Ketum,” lanjut dia.

Soal gaya kepelatihannya, Hendra tak menampik. Dia mengaku punya pola yang keras, sebuah karakter yang sudah dibawanya selama 15 tahun melatih.

“Saya sudah 15 tahun melatih. Kalau pola latihannya keras, itu memang gaya dan karakteristik melatih saya,” ucap dia.

Dia bahkan mengakui pernah memberi hukuman fisik. Misalnya, menempeleng dengan sepatu saat atlet dinilai tak menunjukkan performa maksimal di lapangan. “Kalau tidak perform, ada momen tertentu misalnya saya tempeleng pakai sepatu atau apa. Kalau itu disebut kekerasan, saya siap menerima konsekuensinya,” ujarnya blak-blakan.

Tapi untuk tuduhan pelecehan seksual, dia benar-benar tak paham. Menurut pengakuannya, dia hanya pernah memeluk dan mencium kening atlet putri. Itu pun, katanya, dilakukan saat sang atlet sedang terpuruk mentalnya, sebagai bentuk dukungan emosional.

“Apakah memeluk dan mencium kening itu termasuk pelecehan seksual? Saya tidak tahu. Pola pendekatan kepelatihan saya memang seperti itu,” terang dia.

Hendra bersikukuh. Dia menyatakan tak pernah sekalipun menyentuh area sensitif atau alat vital atlet. “Tidak ada menyentuh alat vital atau bagian lain. Itu sangat jauh. Saya tidak melakukan hal-hal di luar batas,” tegasnya.

Nah, di tengah dua versi yang berseberangan ini, publik kini menunggu langkah lanjutan dari federasi. Investigasi yang transparan dan adil menjadi harga mati, bukan hanya untuk mencari keadilan, tapi juga untuk memulihkan kepercayaan di dunia olahraga kita.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar