Namun begitu, ambisi besar butuh eksekusi matang. Menteri Perdagangan Budi Santoso membeberkan, TEI 2026 akan dijalankan dalam tiga tahap ketat. Tahap pertama fokus pada pendaftaran dan business matching. Jadi, calon eksibitor langsung dipertemukan dengan jaringan Atase Perdagangan dan ITPC di 33 negara.
"Dari awal langsung dicarikan buyer-nya. Sehingga, tidak semata-mata datang ke playground kemudian baru ketemu dengan para eksibitor, tapi harus dipersiapkan lebih awal," kata Budi.
Tahap kedua adalah puncak acara pada Oktober nanti. Di sinilah transaksi konkret diharapkan terjadi, dengan kehadiran langsung buyer mancanegara.
Lalu, yang tak kalah penting: tahap ketiga, yaitu pemantauan pasca-acara. Pemerintah berjanji akan memonitor setiap kesepakatan agar tak mandek karena kendala teknis.
"Kita monitor perwakilan kita dan juga kita semua memonitor bagaimana transaksi dagang yang sudah dilakukan itu berjalan dengan baik. Jangan sampai misalnya ada kendala teknis sehingga menjadi terhambat," tegasnya.
Rencananya jelas. Persiapan detail. Sekarang, tinggal menunggu eksekusinya di lapangan. Apakah Indonesia benar-benar bisa menjadi "hub" yang diimpikan? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Lonjakan Wisatawan Asing di Batam Dorong Pengembangan Kawasan Komersial Terpadu
Dua Siswa SMA Semarang Raih Emas ISPO dengan Obat Antidiabetes dari Biji Gayam
Polisi Proyeksikan 3,6 Juta Kendaraan Padati Tol Trans Jawa-Sumatera Saat Mudik Lebaran 2026
KPK Periksa 14 Saksi, Bongkar Dugaan Pungli Pengisian Jabatan di Pati