“Ada beberapa progres yang berjalan dan akan ada follow up di beberapa hal yang masih dibutuhkan untuk ditindaklanjuti,” kata Sugiono.
Di sisi lain, soal penerimaan pihak Palestina sendiri terhadap kehadiran pasukan internasional, Sugiono memastikan hal itu sudah dipahami. Ia mengingatkan, dalam pertemuan Board of Peace (BoP) di Washington DC, Jumat (20/2/2026) lalu, sudah ada perwakilan resmi Palestina yang hadir.
“Kemarin juga ada kan Palestina, kemarin Prof Dr Ali Shaath ada di sana sebagai perwakilan Palestina yang juga merupakan Chairman of NCAG, National Committee on Administration of Gaza,” paparnya.
“Jadi Palestina juga sudah ada di sana, sudah tahu, sudah paham. Kemudian kita juga sudah menyampaikan National Caveat kita, jadi semuanya sudah terlibat,” sambung Menlu menegaskan.
Dengan demikian, dukungan dari Yordania ini memperkuat posisi Indonesia. Langkah diplomatik untuk misi perdamaian di Gaza tampaknya kian menemukan bentuknya yang konkret.
Artikel Terkait
BGN Tindak Tegas 362 Unit Layanan Gizi di Jawa, 41 Diantaranya dalam 5 Hari
Bareskrim Lacak Aset Tersangka Penipuan PT DSI untuk Restitusi Korban Rp2,4 Triliun
Mentan: Stok Beras Nasional Capai 5 Juta Ton, Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka
BGN Jelaskan Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Jasa Event Organizer