Apindo Minta Pemerintah Pantau Ketat Dampak Kenaikan Tarif Dagang AS

- Minggu, 22 Februari 2026 | 20:35 WIB
Apindo Minta Pemerintah Pantau Ketat Dampak Kenaikan Tarif Dagang AS

Perubahan kebijakan tarif dagang yang baru-baru ini diteken Presiden AS Donald Trump, tentu saja, menyita perhatian banyak pihak. Tak terkecuali para pengusaha di dalam negeri. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) secara khusus meminta pemerintah untuk terus memantau dinamika ini dengan saksama.

Kenapa? Setelah keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian besar tarif sebelumnya, Trump malah mengumumkan kenaikan tarif global baru menjadi 15 persen. Nah, perubahan seperti ini berpotensi memengaruhi neraca perdagangan antara Indonesia dan Amerika. Dampaknya bisa riil.

Wakil Ketua Umum Apindo, Sanny Iskandar, menegaskan bahwa kepastian hukum adalah modal berharga bagi dunia usaha. "Kepastian hukum adalah the real low-cost capital bagi dunia usaha," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Karena itu, menurutnya, pendekatan pemerintah untuk memonitor perkembangan dan menjaga komunikasi bilateral patut didukung. Tujuannya jelas: menghindari kekosongan informasi yang bisa mengacaukan perencanaan perdagangan dan investasi.

Di sisi lain, Sanny mengakui bahwa pelaku usaha saat ini masih berada dalam fase mencermati. Mereka belum bisa menarik kesimpulan final soal dampak riilnya. Yang jelas, perubahan konfigurasi tarif berpotensi mengubah struktur biaya dan menggerus daya saing ekspor.

"Yang menjadi perhatian utama adalah kejelasan scope of product, mekanisme implementasi, serta keberlanjutan kebijakan tersebut ke depan," kata Sanny.

Dalam kondisi serba tidak pasti ini, sikap yang diambil cenderung wait and see. Atau lebih tepatnya, wait and assess. Para pengusaha akan menyesuaikan skenario bisnis dengan sangat hati-hati, sambil berkoordinasi intens dengan pemerintah.

"Perencanaan tahun berjalan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, diversifikasi pasar, serta penguatan efisiensi internal," imbuhnya.

Harapannya, situasi ini segera mengarah pada kebijakan yang lebih stabil dan terinstitusionalisasi. Hubungan dagang Indonesia-AS kan bersifat jangka panjang, terutama untuk sektor padat karya yang ekspornya mengandalkan pasar Amerika. Kejelasan aturan main dan keberlanjutan dialog adalah kunci.

Namun begitu, Sanny melihat dinamika ini juga bisa jadi momentum. Saatnya menjalankan agenda reformasi struktural yang selama ini didengungkan mulai dari efisiensi logistik, penyederhanaan regulasi, sampai penguatan industri hulu. Dengan cara itu, keunggulan tarif berapa pun angkanya bisa benar-benar diterjemahkan menjadi peningkatan daya saing dan penciptaan lapangan kerja.

"APINDO akan terus membersamai pemerintah dalam mencermati perkembangan ini," tegas Sanny. Prioritas utamanya tetap sama: menjaga kepentingan industri nasional dan stabilitas kerja bagi jutaan tenaga kerja.

Langkah Trump ini memang mengejutkan banyak kalangan. Diumumkan tepat sehari setelah putusan Mahkamah Agung, kenaikan tarif menjadi 15 persen itu jelas akan mengubah peta persaingan. Sekarang, semua mata tertuju pada respons dan langkah strategis berikutnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar