Kalau bicara soal tempat tinggal di Tangerang Raya, Serpong masih jadi primadona. Gimana nggak? Infrastrukturnya udah mapan, transportasi publik mudah dijangkau, ditambah lagi fasilitas komersial dan gaya hidup yang berkembang pesat. Kombinasi itu bikin banyak orang melirik kawasan ini, baik untuk ditinggali maupun sekadar menanamkan investasi.
Menurut Cindy Giantara, CEO Giantara Group, selera konsumen sekarang sudah berubah. "Pembeli nggak cuma lihat fasilitas di dalam perumahan saja," katanya.
Ia menjelaskan, aksesibilitas dan bagaimana suatu kawasan terintegrasi dengan sekitarnya justru jadi pertimbangan utama.
"Hunian yang dekat dengan transportasi publik, terutama di sekitar Serpong hingga Cisauk, sangat dicari. Ambil contoh, perumahan yang berdekatan dengan stasiun commuterline Green Line seperti Cicayur atau Cisauk. Itu permintaannya tinggi," ujar Cindy dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Nah, salah satu proyek yang mengusung konsep itu adalah Giantara Serpong City. Dikembangkan di lahan seluas 109 hektare, kawasan ini mengadopsi Transit Oriented Development (TOD). Jalur rel kereta api melintas di sana, bahkan Stasiun Cicayur berada di dalam area pengembangannya. Buat mempermudah mobilitas, underpass juga sudah dioperasikan.
Memasuki awal tahun, Cindy melihat sinyal positif di pasar. Segmen end-user, didorong kebutuhan riil akan hunian, insentif pemerintah, dan suku bunga yang stabil, menunjukkan pergerakan. "Januari atau kuartal pertama ini biasanya jadi momentum awal yang bagus. Pasar baru akan benar-benar aktif nanti di kuartal-kuartal berikutnya," tambahnya.
Di sisi lain, Alberto Sutejo, Chief Marketing Officer Giantara Group, melihat potensi pasar yang beragam. Gen Z dan Milenial, misalnya, punya kecenderungan sendiri. Mereka menginginkan rumah dengan konsep yang compact tapi fungsional, dilengkapi fitur smart home, dan dilingkupi lingkungan yang mendukung wellness gaya hidup sehat yang mencakup kebugaran fisik dan kesehatan mental.
Merespons hal itu, Giantara Serpong City meluncurkan produk baru bernama Nerin Neo di Februari 2026. Produk ini disebut sebagai penyempurnaan dari seri Nerin sebelumnya.
"Nerin Neo lahir dari adaptasi terhadap preferensi pasar, khususnya end-user muda dan keluarga modern," jelas Alberto.
Fokusnya pada fasad yang lebih modern, bersih, dan timeless untuk meningkatkan nilai estetika jangka panjang. Soal tata ruang, Nerin Neo mempertahankan kelebihan seri sebelumnya: ruang yang lapang, pencahayaan alami berlimpah, serta sirkulasi udara maksimal berkat jendela-jendela berukuran besar.
Untuk pemasaran, mereka turut mendukung program PPN DTP pemerintah, yaitu potongan PPN 100% hingga Rp220 juta. Ada juga diskon khusus sampai Rp70 juta plus berbagai hadiah langsung selama masa launching.
Perkembangan lain yang cukup menarik adalah operasional Club Sol. Fasilitas olahraga terbesar dan terlengkap di Cisauk ini punya 12 lapangan: 6 untuk padel, 4 untuk pickleball, dan 2 untuk tenis. Tapi nggak cuma itu. Di dalamnya juga ada Fine Folks Café, Kinesia Physiotherapy, Metro Tennis Terminal, dan Sol Therapy yang menawarkan contrast therapy lengkap dengan sauna, jacuzzi, dan kolam air dingin.
Club Sol ini bagian dari pengembangan Outdoor Mall seluas 6,5 hektare yang mengusung konsep Wellness & Healthy Lifestyle. Targetnya mulai beroperasi akhir 2026.
"Kehadiran fasilitas ini nggak cuma menambah nilai kawasan," kata Alberto.
Ia menegaskan, hal itu juga memperkuat positioning Giantara Serpong City sebagai township yang mendukung gaya hidup aktif, sehat, dan terintegrasi.
Soal harga, Nerin Neo ditawarkan sekitar Rp1 miliaran untuk dua tipe: Maira (LT 72/LB 89) dan Klaia (LT 60/LB 66).
Artikel Terkait
Tito Paparkan Progres Huntara Capai 50 Persen, Huntap Masih Perlu Percepatan
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD431,7 Miliar di Akhir 2025
Mendag Klaim Stok Minyak Goreng Aman Jelang Ramadan Berkat Pasokan BUMN
Trump Sampaikan Ucapan Selamat Ramadan, Tegaskan Komitmen Kebebasan Beragama