MURIANETWORK.COM - Kemeriahan ornamen Imlek 2026 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, berhasil menyedot perhatian publik. Dekorasi yang dipasang untuk menyambut Tahun Baru Imlek itu viral di media sosial, mendorong banyak warga untuk datang melihat langsung suasana dan keindahannya, terutama saat malam hari.
Daya Tarik dari Media Sosial
Antusiasme warga Jakarta terhadap dekorasi Imlek di Bundaran HI ternyata banyak dipicu oleh ramainya pembahasan di platform digital. Seperti yang dialami Widi, seorang warga Pasar Minggu, yang penasaran setelah melihat berbagai unggahan di Instagram. Rasa ingin tahunya itu membawanya langsung ke lokasi sepulang kerja.
"Saya pengin ngelihat ini loh, soalnya di Instagram kan ramai nih pada nge-share, nge-share gini, katanya rame di HI. Jadi saya dari pulang kantor langsung saja lihat-lihat," ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (16/2/2026).
Kesan Langsung di Lokasi
Setibanya di sana, kekaguman Widi pun terpancar. Ia menyebut penampilan ornamen Imlek tahun ini jauh lebih meriah dan maju dibandingkan tahun sebelumnya. Pemandangan di malam hari, dengan cahaya lampu warna-warni yang menerpa dekorasi, disebutnya menambah kesan istimewa.
"Ternyata oke banget. Keren ya, pokoknya asyik lah. Apalagi kalau malam lampu-lampunya warna-warni. Hiasannya makin maju ya, tahun lalu nggak ada, tahun ini benar-benar ramai," tuturnya.
Bagi Widi, momen ini bukan sekadar memuaskan rasa penasaran, tetapi juga menjadi cara untuk menikmati awal akhir pekan yang panjang. Suasana ramai dan penuh warna itu menawarkan hiburan ringan di tengah kota.
"Karena besok libur, jadi ya sekalian menghabiskan malam liburan di sini sambil melihat-lihat," jelasnya.
Makna di Balik Kemeriahan
Festival Imlek 2026 di kawasan Bundaran HI sendiri telah resmi dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dalam pembukaannya, ia menekankan bahwa perayaan ini adalah wujud komitmen Jakarta sebagai ibu kota yang inklusif dan terbuka bagi seluruh warganya dari berbagai latar belakang.
"Bagi pemerintah DKI Jakarta kenapa acara ini diadakan? Karena sekali lagi, Jakarta akan menjadi kota yang inklusif, kota global, kota bagi siapapun, bagi semua agama-agama yang diakui pemerintah, termasuk tentunya merayakan Imlek yang ada di Jakarta," kata Pramono, Jumat (13/2/2026).
Dengan demikian, kemeriahan ornamen yang viral itu bukan sekadar suguhan visual. Lebih dari itu, ia menjadi simbol nyata dari semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap keragaman budaya yang hidup di Jakarta.
Artikel Terkait
Volkswagen Targetkan Potong Biaya 20% hingga 2028 Hadapi Tekanan Pasar
Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.067 Triliun, Capai Rekor Tertinggi
DPR Bentuk Tim Pengawas Khusus Haji 2026, Dipimpin Pimpinan DPR RI
Kim Jong Un Resmikan Perumahan untuk Keluarga Tentara Korban Perang Ukraina