Di sisi lain, AHY nggak mau gegabah. Dia tekankan bahwa kecepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan. Uji kelayakan dan kekuatan struktur harus dilakukan dengan sangat cermat. Semua harus melibatkan para ahli. Itu prioritas utama sebelum jembatan dioperasikan penuh.
Secara teknis, jembatan ini cukup megah. Panjang totalnya mencapai 1.684 meter. Bagian tengahnya punya bentang 100 180 100 meter. Kapasitas bebannya dirancang hingga 1.800 ton, meski standar operasional minimalnya sekitar 1.200 ton. Proyek raksasa dengan nilai investasi sekitar Rp13 triliun ini masih punya pekerjaan rumah lain: pembebasan lahan. Menurut AHY, penyelesaian ini krusial agar progres di lapangan nggak tersendat.
Jadi, semua mata kini tertuju pada progres konstruksi. Mampukah target fungsional sebelum mudik 2026 itu terwujud? Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Ekspor Indonesia Tumbuh 2,19% di Awal 2026, Ditopang Sektor Nonmigas
Pemprov DKI Terapkan WFH Jumat, ASN Pelayanan Publik Tetap Wajib ke Kantor
Indonesia Kutuk Serangan ke Pasukan Perdamaian di Lebanon, Desak PBB Selidiki Israel
PMI Manufaktur Indonesia Melambat Drastis ke 50,1 pada Maret 2026, Dampak Perang Timur Tengah