Kekhawatiran ini juga diamini oleh kalangan politisi di Washington. John Moolenaar, Ketua Komite China di DPR AS, tak ragu menyebut ini sebagai pencurian.
"Perusahaan-perusahaan China akan terus menyaring dan mengeksploitasi model AI Amerika untuk keuntungan mereka," tegas Moolenaar. "Sama persis ketika mereka menjiplak OpenAI untuk membangun DeepSeek."
Yang menarik, memo itu juga mengungkapkan bahwa upaya OpenAI untuk memblokir akses distilasi ternyata tidak sepenuhnya berhasil. Investigasi internal mereka menemukan sesuatu: akun-akun yang diduga terkait karyawan DeepSeek berusaha menghindari pengamanan. Caranya? Dengan mengakses sistem melalui router pihak ketiga.
Semua ini menunjukkan, perseteruan di balik layar industri AI ternyata jauh lebih panas dari yang kita bayangkan. Bukan cuma soal inovasi, tapi juga tentang perlindungan kekayaan intelektual di era digital.
Artikel Terkait
ASN Tangerang Selatan Laporkan Atasan ke Polisi Diduga Aniaya Terkait Utang
Pemerintah Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka Penuh Meski Ada Kebijakan Penghematan Energi
Herdman Soroti Minim Kreativitas, Nantikan Miliano dan Marselino
Puspom TNI Ajukan Permintaan Resmi untuk Periksa Andrie Yunus di Bawah LPSK