OpenAI, raksasa AI asal Amerika, baru-baru ini melayangkan tuduhan serius. Mereka menuding perusahaan saingan dari China, DeepSeek, telah menyontek model-model AI buatan AS. Tuduhan ini disampaikan lewat sebuah memo resmi yang ditujukan langsung ke Kongres.
Inti masalahnya, menurut OpenAI, terletak pada metode yang disebut distilasi. Singkatnya, DeepSeek dituding memanfaatkan output dari model AI OpenAI untuk melatih model mereka sendiri, yang dinamai R1. Cara ini dianggap sebagai jalan pintas. Alih-alih menggelontorkan dana raksasa untuk riset dan pelatihan dari nol, DeepSeek disebut hanya "menyaring" kemampuan yang sudah dikembangkan pesaingnya.
"Ada upaya yang terus-menerus untuk memanfaatkan kemampuan yang dikembangkan oleh OpenAI dan laboratorium terdepan AS lainnya," bunyi kutipan memo tersebut, seperti dilaporkan Bloomberg akhir pekan lalu.
Di sisi lain, praktik semacam ini jelas mengancam bisnis. OpenAI dan perusahaan AS sejenis seperti Anthropic sudah menginvestasikan miliaran dolar untuk infrastruktur. Mereka lalu mengenakan biaya berlangganan untuk layanan premium. Sementara itu, DeepSeek dan banyak startup AI China lainnya justru menawarkan teknologi serupa secara gratis. Bayangkan saja dampaknya terhadap persaingan pasar.
Artikel Terkait
Herdman Soroti Minim Kreativitas, Nantikan Miliano dan Marselino
Puspom TNI Ajukan Permintaan Resmi untuk Periksa Andrie Yunus di Bawah LPSK
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Proyeksi Surplus Solar dengan B50
Presiden Prabowo Berduka, Tiga Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon Selatan