MURIANETWORK.COM - Serangan militer Ukraina terhadap wilayah Belgorod, Rusia, pada Kamis (12/2/2026) menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur listrik. Gubernur setempat, Vyacheslav Gladkov, melaporkan lebih dari 220.000 warga kehilangan pasokan listrik akibat hantaman yang mengenai gardu induk. Upaya perbaikan darurat segera dilakukan, meski diperkirakan memerlukan waktu beberapa jam untuk memulihkan kondisi.
Kerusakan Infrastruktur dan Upaya Penanganan
Insiden ini terjadi di tengah intensitas serangan yang tinggi di wilayah perbatasan. Menurut laporan media pemerintah Rusia, area berpenduduk di Belgorod digempur dengan puluhan drone dan amunisi dalam kurun 24 jam terakhir. Dampaknya tidak hanya pada fasilitas vital, tetapi juga merambah ke permukiman warga, bangunan komersial, dan kendaraan.
Dalam pernyataannya melalui Telegram, Gubernur Vyacheslav Gladkov mengonfirmasi bahwa tim darurat telah dikerahkan ke lokasi.
"Tim darurat sedang bekerja. Pemulihan akan memakan waktu setidaknya empat jam," jelas Gladkov.
Pernyataan Pejabat Rusia tentang Skala Serangan
Kunjungan langsung Wakil Perdana Menteri Marat Khusnullin ke lokasi terdampak memperkuat gambaran tentang besarnya kerusakan. Dia menyebut serangan ini sebagai sebuah tindakan yang mengakibatkan gangguan signifikan pada sistem energi di daerah tersebut.
"Serangan musuh terhadap infrastruktur wilayah ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sistem energi mengalami kerusakan serius akibat gempuran baru-baru ini, yang berdampak terhadap sekitar 78 ribu penduduk Belgorod," ungkap Khusnullin.
Dia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk segera menangani krisis ini.
"Tim Gubernur Vyacheslav Gladkov, lembaga-lembaga federal, dan organisasi penyedia sumber daya sedang melakukan segalanya yang mereka bisa lakukan untuk segera menghilangkan dampaknya," lanjutnya.
Pernyataan pejabat tinggi ini menyiratkan tingkat keparahan insiden yang memengaruhi kehidupan sehari-hari puluhan ribu penduduk, di tengah situasi keamanan yang masih terus bergejolak di kawasan perbatasan.
Artikel Terkait
11 Juta Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan, Sementara 15 Juta Penerima Diduga Tidak Berhak
Taman Bendera Pusaka Jakarta 92% Rampung, Ditargetkan Diresmikan Maret
Changan Luncurkan SUV Listrik Deepal S07 Rp 599 Juta di IIMS 2026
Komnas HAM Duga Satu Kelompok di Balik Penembakan Pesawat dan Serangkaian Kekerasan di Papua