24 Perusahaan Lolos Seleksi Awal Tender Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara

- Kamis, 12 Februari 2026 | 18:30 WIB
24 Perusahaan Lolos Seleksi Awal Tender Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara

Wangneng Environment Co Ltd
Berasal dari Huzhou, Zhejiang, Wangneng mulai beroperasi pada 2012. Bisnisnya cukup luas, mencakup pengolahan limbah dapur, air limbah, hingga daur ulang karet. Mereka punya 98 entitas usaha, termasuk lima anak perusahaan di luar China seperti di Thailand dan Australia.

Dalam konteks WtE, Wangneng mengolah sampah jadi listrik lewat pembakaran atau gasifikasi. Klaim mereka, proyek-proyek yang ada mampu menghasilkan sekitar 3,04 miliar kWh listrik bersih per tahun cukup untuk menerangi sekitar 2,5 juta rumah tangga di Indonesia. Untuk tender di sini, mereka berencana menggandeng mitra lokal seperti BUMN atau BUMD.

Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd
Nama Weiming sebenarnya sudah tak asing di Indonesia. Perusahaan ini pernah menjadi calon mitra dalam beberapa proyek WtE sebelumnya. Bahkan, melalui anak usahanya, Weiming Equipment, mereka sudah menandatangani kontrak penyediaan peralatan incinerator di dalam negeri.

Di China, Weiming adalah pemain besar. Mereka menangani desain, investasi, pembangunan, sampai operasi fasilitas WtE. Produksi listrik dari pembangkit sampah mereka pada 2023 mencapai 3,85 miliar kWh. Mereka pernah menawarkan investasi sekitar 225 juta dolar AS untuk proyek di Bali, dan juga menjajaki kerja sama di Cirebon serta Jawa Barat.

SUS Indonesia Holding Limited
Meski namanya bernuansa Indonesia, perusahaan ini terdaftar di China dan baru beroperasi pertengahan 2022. Fokus mereka adalah investasi jangka panjang di sektor WtE, dengan melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial karena masalah sampah dan kebutuhan energinya.

SUS adalah bagian dari grup Shanghai SUS Environment yang punya pengalaman membangun puluhan proyek serupa. Di Indonesia, mereka sudah membangun fasilitas WtE di Makassar yang mengolah 1.300 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 35 MW.

PT Jinjiang Environment Indonesia
Ini adalah anak usaha dari Zheneng Jinjiang Environment Holding Co Ltd, pemain senior di industri WtE China sejak 1998. Perusahaan ini berdiri di Indonesia pada 2017 dan baru saja melakukan restrukturisasi internal awal tahun 2025.

Kiprah mereka di dalam negeri sudah dimulai dengan membangun PLTSa di Palembang. Fasilitas berkapasitas 1.000 ton sampah per hari itu menghasilkan listrik 20 MW dan dikerjakan dengan skema BOO selama 30 tahun. Investasi awalnya sekitar 120 juta dolar AS. Secara global, induknya mengoperasikan puluhan fasilitas dengan total kapasitas pengolahan mencapai 44.000 ton per hari.

Perjalanan tender masih jauh. Namun, dengan profil peserta yang mumpuni dan komitmen pada transfer teknologi, proyek WtE ini diharapkan bisa menjawab dua masalah sekaligus: sampah dan energi.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar