Selain faktor ekonomi, Menteri Keuangan juga menyoroti kondisi sosial politik dalam negeri yang dinilainya jauh lebih stabil dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Stabilitas ini tercermin dari indeks kepercayaan publik terhadap kepemimpinan presiden dan lembaga negara yang tetap tinggi, menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha.
Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem investasi melalui kebijakan fiskal yang terukur. Stimulus keuangan akan dialirkan ke pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong belanja yang selaras dengan kebutuhan industri. Tak ketinggalan, mekanisme debottlenecking yang disupervisi Kementerian Keuangan juga disebut sebagai saluran efektif untuk menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Target Pertumbuhan dan Prospek Jangka Panjang
Pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,11 persen pada 2025, yang merupakan yang tertinggi di antara negara-negara G20, menjadi modal berharga. Purbaya menyatakan tekadnya untuk mendorong angka tersebut lebih tinggi lagi.
"Saya akan coba dorong (pertumbuhan ekonomi) ke arah 6 persen semaksimal mungkin. Jadi ekspansi ekonomi akan berlangsung terus sampai nanti 2030," ujarnya.
Dengan kombinasi antara fundamental yang kuat, stabilitas politik, dan kebijakan pemerintah yang pro-bisnis, Purbaya meyakinkan bahwa prospek ekonomi Indonesia ke depan sangat menjanjikan. Ia menutup dengan keyakinan bahwa langkah yang diambil pemerintah saat ini sudah tepat.
"Dengan modal ini harusnya Anda enggak usah takut tentang prospek ekonomi kita. Kita menjalankan kebijakan yang pas," tuturnya.
Artikel Terkait
Indeks Bisnis-27 Anjlok 1,37%, AMRT dan BBCA Tekan Pasar
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi, Solusi Kredit Digital untuk Kebutuhan Pascalebaran
Polisi Imbau Warga Antisipasi Macet Parah di Sekitar GBK Sore Ini Jelang Final Timnas
Analis Proyeksikan Pergerakan IHSG Sideways di Pekan Perdagangan Singkat