"Sekali lagi, penonaktifan ini dialihkan kepada mereka yang lebih memenuhi kriteria, mereka yang membutuhkan," ungkapnya.
Mekanisme Reaktivasi Tetap Terbuka
Gus Ipul juga menegaskan bahwa penonaktifan kepesertaan bukanlah keputusan final yang bersifat permanen. Masyarakat yang merasa masih memenuhi syarat namun terdampak pemutakhiran data diberi kesempatan untuk mengajukan reaktivasi. Data yang ia sampaikan menunjukkan dinamika tersebut.
Ia menyebut, pada tahun 2025 terdapat sekitar 13 juta lebih kepesertaan yang dinonaktifkan. Dari jumlah itu, tercatat respons positif dari masyarakat. "87 ribu lebih itu melakukan reaktivasi. Kemudian yang kedua ada yang berpindah ke mandiri, artinya membayar secara mandiri iuran ke BPJS Kesehatan sebesar 42 ribu lebih per bulannya per orang," jelas Gus Ipul.
Rincian angka ini mengindikasikan bahwa proses verifikasi dan pemutakhiran data, meski dalam skala besar, tetap menyediakan jalur klarifikasi bagi warga. Transisi sebagian peserta ke skema pembayaran mandiri juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan ekonomi pada kelompok tertentu, yang sejalan dengan tujuan jangka panjang program perlindungan sosial.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: 2,77 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek
Arus Balik Lebaran 2026: 2,77 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jabotabek Hingga H+7
Arus Balik Lebaran 2026: 2,77 Juta Kendaraan Sudah Masuk Jabotabek
Arus Balik Lebaran 2026 Lampaui 2,77 Juta Kendaraan, Puncak dari Arah Timur