MURIANETWORK.COM - Pemerintah Kota Jakarta Pusat melakukan operasi penataan trotoar di sepanjang kawasan Cikini hingga Senen Raya, tepatnya di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), pada Rabu (11 Februari 2026). Operasi yang melibatkan berbagai instansi ini bertujuan menertibkan pedagang kaki lima dan kendaraan yang parkir liar, guna mengembalikan fungsi trotoar bagi pejalan kaki.
Operasi Gabungan untuk Tertibkan Trotoar
Operasi penertiban ini bukanlah aksi sporadis. Terlihat jelas upaya serius dari pemerintah daerah dengan melibatkan gabungan personel dari Suku Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Pertamanan dan Hutan Kota, Satpol PP, serta unsur Polri dan TNI. Fokus utama mereka adalah membebaskan area pejalan kaki dari aktivitas yang kerap mempersempit bahkan menutup akses tersebut.
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Pusat, Denny Ramdany, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang. Menurutnya, penataan ruang publik yang tertib dan manusiawi menjadi prioritas, terlebih dengan momentum penting yang akan dihadapi Ibu Kota.
"Penataan akan kita gencarkan di seluruh wilayah kecamatan, karena tahun depan Jakarta sudah memasuki usia lima abad," tegas Denny.
Dampak Jangka Panjang dan Pengawasan Berkelanjutan
Lebih dari sekadar operasi satu hari, Denny menekankan bahwa manfaat penataan ini bersifat strategis. Selain langsung dirasakan pejalan kaki berupa keamanan dan kenyamanan, upaya ini juga sejalan dengan visi transportasi berkelanjutan yang mendorong masyarakat untuk lebih banyak berjalan kaki.
Artikel Terkait
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tutup Usia di Jakarta
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Masih Lancar, Puncak Diprediksi Minggu
Mendagri Zulkifli Hasan Pantau Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kg