Pengamat Apresiasi Prabowo Temui Tokoh Kritis, tapi Khawatirkan Perubahan Istilah Oposisi

- Rabu, 11 Februari 2026 | 07:00 WIB
Pengamat Apresiasi Prabowo Temui Tokoh Kritis, tapi Khawatirkan Perubahan Istilah Oposisi

MURIANETWORK.COM - Pengamat politik Boni Hargens memberikan apresiasi atas langkah Presiden Prabowo Subianto yang menginisiasi pertemuan dengan sejumlah tokoh kritis. Apresiasi ini muncul menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengenai pertemuan tersebut. Boni kemudian membandingkan sikap keterbukaan ini dengan pengalamannya sendiri sebagai bagian dari oposisi di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang menurutnya tidak mengalami hal serupa.

Apresiasi untuk Langkah Dialog

Dalam sebuah diskusi media, Boni Hargens secara terbuka menyatakan kekagumannya atas inisiatif Presiden Prabowo. Menurutnya, langkah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang memiliki pandangan berbeda merupakan hal yang positif dan konstruktif bagi iklim demokrasi.

"Ketika Menteri Pertahanan Pak Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan bahwa Presiden Prabowo menemui oposisi, saya lihat beritanya, saya apresiasi. Ini luar biasa," ucapnya.

Pengalaman pribadinya di masa lalu, seperti diungkapkan Boni, justru menunjukkan dinamika yang berbeda. Ia mengaku pernah aktif sebagai 'oposisi jalanan' selama hampir sepuluh tahun pada era SBY, suatu periode yang ia rasakan kurang memiliki ruang dialog langsung dengan pemegang kekuasaan.

"Saya kan hampir sepuluh tahun, oposisi jalanan terhadap pemerintahan Pak SBY dulu, belum ada Rocky Gerung tuh. Rocky masih ngumpet tuh. Nah, ketika itu tidak pernah itu yang namanya presiden mau menemui oposisi, tokoh, ngobrol," tuturnya.

Kekhawatiran atas Perubahan Narasi

Namun, apresiasi yang dibangun Boni sempat terusik oleh klarifikasi yang diberikan kemudian oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Prasetyo menyebut bahwa tokoh-tokoh yang ditemui Presiden bukanlah 'oposisi', melainkan 'tokoh nasional yang kritis'.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar