Pemerintah Luncurkan Program Beras Haji Nusantara untuk Musim Haji 2026

- Selasa, 10 Februari 2026 | 16:30 WIB
Pemerintah Luncurkan Program Beras Haji Nusantara untuk Musim Haji 2026

MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Haji dan Umrah, meluncurkan program Beras Haji Nusantara untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji pada musim 1447 H/2026 M. Inisiatif ini dirancang untuk menjamin kualitas pangan bagi lebih dari 205 ribu jemaah sekaligus mendorong produk beras premium dalam negeri di Arab Saudi. Program ini juga menargetkan efisiensi biaya dan standardisasi menu selama ibadah berlangsung.

Mengenal Program Beras Haji Nusantara

Program Beras Haji Nusantara merupakan langkah strategis yang diambil untuk mengatasi ketergantungan pada beras komoditas negara lain yang selama ini digunakan dapur-dapur penyedia layanan di Tanah Suci. Dengan total kebutuhan mencapai 2.280 ton untuk seluruh jamaah dan petugas, pemerintah berupaya memastikan pasokan beras berkualitas tinggi dengan cita rasa yang familiar bagi jemaah Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menekankan komitmen terhadap kualitas. "Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jamaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara. Oleh karena itu, kami mendorong penggunaan Beras Haji Nusantara dengan spesifikasi premium, long grain, dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5 persen," jelasnya dalam keterangan pers, Selasa (10/2/2026).

Target Harga dan Komposisi Menu

Selama ini, harga beras di pasar Arab Saudi berkisar Rp16.824 per kilogram. Melalui program ini, pemerintah menargetkan harga beras Indonesia dapat ditekan menjadi sekitar Rp16.000 per kg saat tiba di dapur penyedia layanan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan efisiensi tanpa mengorbankan mutu.

Selain itu, program ini juga membawa standardisasi yang jelas pada komposisi menu. Setiap kali makan, jamaah akan menerima porsi nasi seberat 170 gram, dilengkapi dengan 80 gram lauk, 75 gram sayur, serta air mineral dan pelengkap lainnya. Pendekatan ini bertujuan memberikan kepastian gizi dan konsistensi pelayanan selama ibadah.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar