murianetwork.com | Bandung - Sebanyak 16 prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) yang saat ini menjalani kursus Tembak Runduk (Sniper) A-11 di Skadron Pendidikan (Skadik) 805 mengikuti latihan gunung hutan selama enam hari di Cisewu, Pengalengan, Kabupaten Bandung, Selasa (19/12/2023).
Latihan ini merupakan aplikasi dari pembinaan secara teori yang telah dilaksanakan di Homebase, guna memastikan para siswa memiliki pemahaman dan keterampilan yang efektif ketika berada di medan pertempuran sesungguhnya.
Melalui latihan, diharapkan akan membentuk prajurit Kopasgat yang tangguh, profesional, dan militan, serta memiliki naluri tempur yang kuat untuk menjaga keamanan NKRI dari segala gangguan, baik dalam negeri, maupun luar negeri.
Sejarah mencatat, bahwa peran Tembak Runduk atau sniper merupakan mesin perang yang efektif dengan berbagai keunggulan yang mampu melemahkan kekuatan musuh. Di medan pertempuran, sniper mampu mengubah gunung hutan, perkotaan, dan gurun pasir menjadi kawasan tempur yang atraktif.
Artikel Terkait
Komedi Mens Rea Pandji Pragiwaksono Berujung Laporan Pencemaran Nama Baik dan Penistaan Agama
Bauran Energi Hijau Indonesia Sentuh 15,75 Persen di 2025
Defisit APBN 2025 Sengaja Dibesarkan, Purbaya: Biar Ekonomi Tak Morat-Marit
Mendagri Izinkan Warga Gunakan Kayu Banjir untuk Bangun Rumah, Asal Tak Dijual