Harley-Davidson Langka di IIMS 2026, Harga Bisa Tembus Rp1 Miliar

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 03:30 WIB
Harley-Davidson Langka di IIMS 2026, Harga Bisa Tembus Rp1 Miliar

Di arena IIMS 2026 Jakarta, sebuah motor berwarna merah tua menarik perhatian. Itu adalah Harley-Davidson Hydra-Glide Revival, dan kehadirannya bukan sekadar pajangan biasa. Menurut Afrizal, seorang konsultan Harley-Davidson yang ditemui Jumat lalu (6/2/2026), unit ini adalah barang langka yang serius. Bayangkan, produksi globalnya cuma 1.750 unit. Untuk Indonesia? Jatahnya sangat terbatas, hanya sekitar 10 sampai 15 unit saja yang masuk.

"Ini langka," tegas Afrizal.

Dia memprediksi, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, motor ini bakal jadi 'barang gelap' istilah dalam dunia kolektor untuk barang langka yang nilainya melambung tinggi. Prediksi itu bukan tanpa alasan. Sebuah unit dengan nomor seri 1352, misalnya, konon sudah diboyong seorang kolektor dari Jakarta. Harganya fantastis, nyaris menyentuh angka Rp1 miliar untuk kondisi OTR.

Namun begitu, nilai investasinya bukan satu-satunya cerita. Motor ini adalah bentuk penghormatan. Sebuah revival untuk model legendaris tahun 1949 yang baru diproduksi ulang pada 2024. Setiap detailnya dibuat untuk mengenang masa keemasan itu.

Afrizal menjelaskan, keistimewaannya terletak pada sentuhan historis yang kental. Dari pemilihan warna yang ikonik, aksen rumbai kulit atau fringe, sampai desain jok yang klasik. Semuanya menyatu, menciptakan aura nostalgia yang kuat.

Tapi jangan salah. Di balik tampang lawasnya, motor ini diklaim tetap nyaman untuk dikendarai sehari-hari.

"Kalau ini motor nyaman sih," ujar Afrizal.

Dia menambahkan, untuk aktivitas dalam kota atau sekadar Sunmori di akhir pekan, Hydra-Glide Revival ini cukup oke. Jadi, ini bukan cuma motor untuk dipajang di garasi, tapi juga bisa dinikmati di jalanan.

Pada akhirnya, Hydra-Glide Revival lebih dari sekadar mesin dan rangkaian logam. Ia adalah potongan sejarah yang berjalan, sebuah keping koleksi yang bernyawa. Dan untuk segelintir orang di Indonesia, ia sudah menjadi harta yang berhasil direbut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar