MURIANETWORK.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya pergeseran modus operandi dalam praktik suap, di mana emas kini menjadi alat transaksi yang semakin marak. Pergeseran ini terungkap dari sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Barang Kecil Bernilai Tinggi Jadi Tren
KPK mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan barang berukuran kecil namun memiliki nilai jual tinggi untuk menyuap. Di antara berbagai barang tersebut, emas mencuat sebagai pilihan yang populer. Fenomena ini tidak lepas dari kondisi ekonomi, khususnya tren kenaikan harga logam mulia yang terus melambung dalam beberapa bulan belakangan.
Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, mengonfirmasi tren ini. Dalam sebuah konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, ia menjelaskan keterkaitan antara fluktuasi harga dan pilihan modus para pelaku.
"Tren yang disampaikan, memang benar apalagi sekarang, tren harga emas yang dalam beberapa bulan terakhir ini terus meninggi ya menanjak gitu ya," tuturnya.
Artikel Terkait
Gen Z Beralih ke Soft Saving, Metode Menabung Fleksibel di Tengah Tekanan Ekonomi
Polri Pastikan Lalu Lintas Terkendali Saat Puncak Arus Balik Lebaran
Pelatih Soroti Masalah Konsistensi dan Mental Putri Usai Final Swiss Open
Menkominfo Pastikan Layanan Internet Stabil Selama Arus Balik Lebaran 2026