Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, baru-baru ini mengungkap angka korban yang jauh lebih besar dari yang selama ini diberitakan. Menurutnya, sedikitnya seratus orang meninggal dunia dalam operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Sebelumnya, otoritas Caracas hanya mengonfirmasi korban di kalangan tentara. Operasi pada 3 Januari lalu itu memang brutal melibatkan pengeboman dan penyerbuan langsung oleh pasukan khusus AS ke ibu kota Caracas, dengan target menangkap Maduro di tempat persembunyiannya.
Dalam konfirmasi pertamanya, militer Venezuela menyebut setidaknya 24 personelnya gugur. Yang menarik, lima di antaranya berpangkat Laksamana. Namun begitu, angka itu ternyata belum mencakup keseluruhan.
Artikel Terkait
Gunungan Sampah Ancam Permukiman di Belakang Pasar Kramat Jati
Isra Mikraj 2026 Jatuh 16 Januari, Berstatus Libur Nasional
Kaya Semu: Ketika Gengsi Mengalahkan Kemampuan Finansial
Insiden Tembakan oleh Agen Federal di Portland, Dua Korban Dilarikan ke RS