MURIANETWORK.COM - Kerja sama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan mitra dari Kanada diperkuat untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memasuki pasar global. Komitmen ini ditegaskan dalam forum APEC Business Advisory Council (ABAC) di Jakarta, Jumat (6 Februari 2026), sebagai langkah strategis menjelang pertemuan puncak APEC di China pada November mendatang.
Fokus pada Pemberdayaan dan Akses Pasar
Dalam forum tersebut, Ketua Umum Kadin, Anin, menyoroti potensi besar lebih dari 50 juta pelaku UMKM di Indonesia, setengah di antaranya digerakkan oleh perempuan. Kerja sama dengan Kanada tidak hanya bertujuan membuka akses pasar, tetapi juga menyediakan pondasi yang kuat melalui pembiayaan dan pelatihan. Anin menegaskan, dua elemen ini krusial bagi kemajuan bisnis apa pun.
"Jadi, satu, akses pasarnya sudah dibuka oleh pemerintah. Yang kedua, juga memikirkan bagaimana dari sisi pembiayaannya, karena tidak ada bisnis yang bisa maju tanpa pembiayaan, selain daripada akses pasar," jelasnya.
Lebih dari sekadar modal, menurut Anin, produk UMKM harus memiliki daya saing dan keunggulan kompetitif yang jelas. Ia melihat tren positif, di mana surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat yang mencapai US$18,11 miliar, bisa menjadi modal kepercayaan untuk mengembangkan hubungan serupa dengan Kanada.
"Jadi, kita mesti bekerjasama dengan negara-negara tetangga, atau sahabat, untuk menghasilkan lebih banyak lagi trade, yang tentunya membantu pertumbuhan kita,” ujarnya.
Sinergi untuk Pelatihan dan Keberlanjutan
Aspek pelatihan menjadi titik temu penting dalam kolaborasi ini. Jeff Nankivell, perwakilan dari Asia Pacific Foundation of Canada (APFC), menyatakan bahwa organisasinya yang memiliki spesialisasi dalam bidang pelatihan akan bekerja sama dengan Kadin untuk memaksimalkan potensi UMKM.
"Organisasi kami bekerja dengan organisasi perniagaan di Kanada. Kami juga bekerja dengan universitas, sekolah, dan pemerintahan di Kanada untuk mempromosikan kerja sama UMKM lebih dalam dengan pangsa pasar di Asia. Jadi, MOU yang kami lakukan sekarang dengan Kadin Indonesia Institute akan menyebabkan lebih banyak aktivitas di sini," tutur Nankivell.
Kerja sama ini dirancang untuk membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan, memastikan pelaku UMKM tidak hanya mampu memasuki pasar internasional tetapi juga bertahan dan berkembang di dalamnya. Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mempererat hubungan ekonomi bilateral kedua negara, dengan UMKM sebagai tulang punggungnya.
Artikel Terkait
Harley-Davidson Langka di IIMS 2026, Harga Bisa Tembus Rp1 Miliar
New START Berakhir, AS dan Rusia Masuki Era Tanpa Batasan Senjata Nuklir
Pemerintah Terbitkan PP Tanah Terlantar, Pemegang Izin Wajib Garap Lahan
Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan MUI dan Munajat Nasional di Istiqlal