Sebagai langkah antisipatif, Pegadaian berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mempercepat distribusi. Dengan upaya maksimal ini, mereka menargetkan semua permintaan cetak emas yang tertunda dapat diserahterimakan kepada nasabah paling lambat pada akhir Februari 2026.
Solusi Likuiditas dan Imbauan untuk Nasabah
Bagi nasabah yang membutuhkan dana tunai segera dan tidak ingin menunggu proses pencetakan fisik, Pegadaian menyediakan opsi lain yang tetap dapat diakses. Likuiditas dana tetap terjamin melalui layanan gadai atas emas yang dimiliki atau melalui skema buyback Tabungan Emas. Layanan ini dapat diakses baik langsung di outlet Pegadaian maupun secara digital melalui aplikasi TRING!.
Di akhir penjelasannya, Pegadaian mengimbau nasabah dan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Perusahaan mendorong masyarakat untuk berinvestasi secara bijak, dengan mempertimbangkan profil risiko, kebutuhan, serta kemampuan finansial masing-masing.
“Kami mendorong masyarakat berinvestasi emas secara bijak, sesuai profil risiko, kebutuhan, dan kemampuan finansial masing-masing, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ungkap perusahaan dalam rilis resminya.
Pegadaian juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan dan menerima segala kritik serta saran sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di masa depan.
Artikel Terkait
Lonjakan Pengunjung Ancol Capai 54.379 Orang di Hari Kedua Lebaran 2026
Ancol Dibanjiri Pengunjung H+2 Lebaran, Catat Lonjakan Signifikan
Mudik Lebaran Diproyeksi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2026
Macet Parah H+1 Lebaran, Antrean 22 Kilometer Membelit Tasikmalaya-Garut