MURIANETWORK.COM - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang tidak hanya fokus pada konsolidasi internal, tetapi juga diwarnai aksi nyata kepedulian sosial. Dalam momentum menjelang Ramadan, perusahaan mengalokasikan dana Rp1 miliar dan menyiapkan 1.100 paket makanan serta takjil untuk dibagikan kepada masyarakat Aceh. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana gotong royong dari seluruh insan PNM yang dimulai sejak rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).
Gotong Royong Insan PNM Sebelum Rakernas
Semangat berbagi ini ternyata telah dirintis jauh sebelum acara puncak digelar. Melalui serangkaian Rakerwil di berbagai daerah, para karyawan dan jajaran manajemen PNM secara sukarela mengumpulkan donasi. Dari gerakan internal yang solid ini, terkumpullah dana sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut dimaksudkan untuk mendukung proses pemulihan masyarakat di Sumatera, menegaskan bahwa kepedulian sosial telah menjadi nilai yang mengakar dalam budaya perusahaan.
Paket Makanan Peserta Dikonversi Jadi Berkah
Nuansa kebersamaan dan kepedulian semakin terasa saat Rakernas berlangsung. PNM menerapkan konsep yang sederhana namun penuh makna: setiap paket konsumsi untuk peserta rapat dikonversi menjadi paket makanan dan takjil yang siap dibagikan. Dari total 1.100 paket yang disediakan, terhimpunlah jumlah yang sama, yaitu 1.100 paket bantuan untuk masyarakat. Langkah kreatif ini menunjukkan bagaimana aktivitas operasional perusahaan bisa dialihkan untuk tujuan sosial tanpa mengurangi esensi acara.
Komitmen Sosial di Tengah Transformasi Bisnis
Bagi manajemen PNM, inisiatif ini bukan sekadar kegiatan insidental. Ini adalah perwujudan dari komitmen perusahaan untuk tetap hadir di tengah masyarakat, melampaui peran bisnis dan pemberdayaan ekonomi yang menjadi tugas utamanya. Dalam pandangan perusahaan, tanggung jawab sosial harus berjalan beriringan dengan agenda strategis.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan hal tersebut. “Di tengah fokus perusahaan pada penguatan kinerja dan transformasi, PNM tetap ingin hadir membantu pemulihan kondisi masyarakat Aceh, khususnya di bulan Ramadan yang rasanya pasti berbeda dari sebelumnya,” jelasnya.
Dodot menambahkan, “Kami berharap bantuan ini dapat memberi manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat.”
Menyatukan Arah Bisnis dan Hati Sosial
Melalui Rakernas 2026, PNM berhasil menunjukkan bahwa forum konsolidasi tidak harus kaku dan hanya berorientasi pada angka. Rakernas justru menjadi ruang untuk menyelaraskan langkah bisnis dengan kepekaan sosial. Rangkaian aksi berbagi yang mengiringinya menjadi pengingat bahwa setiap kebersamaan, terutama di bulan yang penuh berkah, selalu membuka ruang untuk memberi arti lebih bagi sesama. Total bantuan senilai Rp1 miliar dan 1.100 paket sembako itu adalah bukti nyata dari semangat kolektif tersebut.
Artikel Terkait
BRIN Desak Pemprov DKI Kaji Ulang Efektivitas Hujan Buatan untuk Tangani Banjir
Pemerintah Targetkan Groundbreaking Proyek Sampah Jadi Energi pada Maret 2026
Utusan Khusus Presiden: Investor Internasional Serius Minati PLTN Indonesia
PUPR Garap Rusun Bersubsidi di Lahan Eks Meikarta, Skema Pembiayaan Jadi Kunci