“Setiap kali dia menyerang saya dan komunitas kami, ancaman terhadap keselamatan saya langsung melonjak,” ujar Omar dengan nada tegas.
Dia menuduh mantan presiden itu telah menghasut permusuhan, menciptakan iklim yang mendorong kekerasan. Obsesi Trump padanya, menurut Omar, sudah keterlaluan.
Di sisi lain, Trump punya narasi yang sama sekali berbeda. Bahkan sebelum debat publik mereda, dia sudah berkomentar. Tuduhannya cukup mengejutkan: Ilhan Omar lah yang merekayasa serangan itu. Dia menyebut sang politisi sebagai dalang di balik kejadian.
Pernyataan Trump itu langsung memantik kecaman. Banyak pengamat politik geleng-geleng, menyebut komentarnya tidak hanya meremehkan korban, tapi juga berbahaya. Ini memperuncing polarisasi yang sudah ada.
Jadi, ada dua versi yang saling bertolak belakang di tengah investigasi polisi. Satu hal yang jelas: ketegangan politik di AS masih panas, dan kadang ujungnya nyaris ke kekerasan.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026