“Setiap kali dia menyerang saya dan komunitas kami, ancaman terhadap keselamatan saya langsung melonjak,” ujar Omar dengan nada tegas.
Dia menuduh mantan presiden itu telah menghasut permusuhan, menciptakan iklim yang mendorong kekerasan. Obsesi Trump padanya, menurut Omar, sudah keterlaluan.
Di sisi lain, Trump punya narasi yang sama sekali berbeda. Bahkan sebelum debat publik mereda, dia sudah berkomentar. Tuduhannya cukup mengejutkan: Ilhan Omar lah yang merekayasa serangan itu. Dia menyebut sang politisi sebagai dalang di balik kejadian.
Pernyataan Trump itu langsung memantik kecaman. Banyak pengamat politik geleng-geleng, menyebut komentarnya tidak hanya meremehkan korban, tapi juga berbahaya. Ini memperuncing polarisasi yang sudah ada.
Jadi, ada dua versi yang saling bertolak belakang di tengah investigasi polisi. Satu hal yang jelas: ketegangan politik di AS masih panas, dan kadang ujungnya nyaris ke kekerasan.
Artikel Terkait
My Chemical Romance Buka Tiket Konser Tunggal di Jakarta, Catat Tanggalnya!
Genangan Air di Jakarta Akhirnya Surut, BPBD: Tetap Waspada
Komnas PA Dukung Inara Rusli, Sebut Pengambilan Anak oleh Virgoun sebagai Kekerasan Psikis
Gaikindo Tegaskan Keanggotaan Neta Auto Masih Sah di Tengah Badai Restrukturisasi