Departemen Perang AS punya kabar besar untuk Boeing. Pada Jumat lalu, mereka mengumumkan raksasa dirgantara itu berhasil mengamankan kontrak senilai 2,8 miliar dolar AS. Tujuannya? Meningkatkan kemampuan tempur armada F-15 milik Angkatan Udara Korea Selatan.
Kalau dirincikan, dana segunung itu akan dipakai untuk mendesain dan mengembangkan sistem terintegrasi bagi pesawat-pesawat F-15K. Menurut informasi yang beredar, pekerjaan utamanya akan digarap di pabrik Boeing di St. Louis, Missouri. Target penyelesaiannya cukup panjang, yakni 31 Desember 2037.
“Kontrak ini diperoleh lewat proses pengadaan dalam program Penjualan Militer Asing AS,” begitu bunyi pengumuman resminya.
Di sisi lain, pendanaan awal sudah disiapkan. Sebesar 540 juta dolar AS dari total nilai kontrak telah dialokasikan. Pengawasan proyek ini nantinya menjadi tanggung jawab Pusat Manajemen Siklus Hidup Angkatan Udara yang bermarkas di Pangkalan Udara Wright-Patterson, Ohio.
Namun begitu, kabar baik buat Boeing tak cuma itu. Ada lagi kontrak terpisah dari Angkatan Laut AS senilai 25,5 juta dolar. Ini sebenarnya modifikasi dari kontrak yang sudah ada, khusus untuk produksi dan pengiriman 16 unit pod senjata IRST (Infrared Search and Track) blok II.
Pod-pod canggih itu bukan cuma senjata. Paket lengkapnya termasuk 16 rakitan tangki bahan bakar dan 16 struktur sensor. Semuanya harus melalui integrasi sistem akhir dan uji penerimaan sebelum dikirim.
Pengerjaannya akan tersebar. Mayoritas, sekitar 79,7 persen, dikerjakan di St. Louis, Missouri. Sisanya, 20,3 persen, ditangani di Santa Ana, California. Mereka menargetkan semua rampung pada Agustus 2028. Proyek ini masuk dalam produksi awal tingkat rendah untuk Angkatan Laut.
Yang menarik, dana untuk kontrak non-kompetitif dengan Angkatan Laut ini rupanya sudah disiapkan sejak tahun 2024 lalu. Jadi, semuanya sudah direncanakan jauh-jauh hari.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun