Departemen Perang AS punya kabar besar untuk Boeing. Pada Jumat lalu, mereka mengumumkan raksasa dirgantara itu berhasil mengamankan kontrak senilai 2,8 miliar dolar AS. Tujuannya? Meningkatkan kemampuan tempur armada F-15 milik Angkatan Udara Korea Selatan.
Kalau dirincikan, dana segunung itu akan dipakai untuk mendesain dan mengembangkan sistem terintegrasi bagi pesawat-pesawat F-15K. Menurut informasi yang beredar, pekerjaan utamanya akan digarap di pabrik Boeing di St. Louis, Missouri. Target penyelesaiannya cukup panjang, yakni 31 Desember 2037.
“Kontrak ini diperoleh lewat proses pengadaan dalam program Penjualan Militer Asing AS,” begitu bunyi pengumuman resminya.
Di sisi lain, pendanaan awal sudah disiapkan. Sebesar 540 juta dolar AS dari total nilai kontrak telah dialokasikan. Pengawasan proyek ini nantinya menjadi tanggung jawab Pusat Manajemen Siklus Hidup Angkatan Udara yang bermarkas di Pangkalan Udara Wright-Patterson, Ohio.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Protes Penempatan di Nusakambangan: Saya Bukan Penjahat Besar
No Na Rilis Work (+62), Video Musik yang Sorot Kekuatan Fisik dan Tarian
Banjir Longsor Cisarua, BRI Bergerak Cepat Bantu Korban dan Trauma Healing
Tiga Puluh RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Terpaksa Mengungsi