Kabar baik datang dari Kementerian Luar Negeri. Sebanyak 91 warga negara Indonesia yang menjadi korban sindikat penipuan daring akhirnya berhasil dievakuasi dari Myawaddy, Myanmar. Mereka tiba di tanah air hari ini, Jumat (30/1/2026), menutup babak kelam sebagai pekerja yang terjebak.
Ini bukan operasi pertama. Menurut pernyataan resmi Kemlu, upaya pemulangan kali ini adalah gelombang keempat. Sebelumnya, pada 21-22 Januari lalu, pemerintah juga baru saja membawa pulang 90 orang dari wilayah yang sama. Prosesnya panjang dan melelahkan, melibatkan kerja keras dua perwakilan Indonesia: KBRI Yangon dan KBRI Bangkok.
“Pemulangan ini merupakan gelombang keempat evakuasi dari wilayah Myawaddy,” jelas pernyataan tertulis Kemlu.
Namun begitu, membawa mereka pulang saja tidak cukup. Pemerintah tampaknya serius ingin menuntaskan masalah ini sampai ke akarnya. Kemlu telah mengerahkan koordinasi dengan sejumlah instansi, mulai dari Kementerian P2MI, Bareskrim, PPATK, hingga Imigrasi dan Kementerian Sosial. Tujuannya jelas: penegakan hukum dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Upaya itu mulai membuahkan hasil. Kabarnya, beberapa korban sudah bersedia membuka suara. Mereka bekerja sama dengan aparat untuk melacak dan melaporkan para perekrut yang dulu menjanjikan kerja, tapi malah menjerumuskan mereka ke dalam jerat scam online.
Artikel Terkait
Bapanas Klaim Stok Daging Nasional Aman Tiga Kali Lipat Jelang Lebaran
Kemenhub Siap Beri Sanksi Tegas untuk OTA yang Main-Main dengan Tarif
Pengamat: Dorongan Prabowo ke Kompor dan Kendaraan Listrik Perkuat Ketahanan Energi
AFC Batalkan Dua Kemenangan Malaysia, Peringkat FIFA Anjlok dan Indonesia Naik