Ke depan, bukan tidak mungkin produk-produk hasil daur ulang limbah ini akan dipasarkan lebih luas. Ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan nilai tambah dari praktik keberlanjutan yang mereka jalankan.
Pencapaian Suparma ini pun mendapat apresiasi dari pemangku kepentingan lokal. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, menyambut baik langkah tersebut.
"Kami bangga karena Surabaya menjadi yang pertama. Semoga langkah ini dapat diikuti industri lain sehingga beban TPA dapat berkurang," kata Dedik.
Ia menambahkan, meski Surabaya punya fasilitas Waste-to-Energy di TPA Benowo yang bisa olah 1.000 ton sampah per hari, volume sampah yang masuk masih hampir dua kali lipatnya. Karena itulah, kontribusi dunia industri seperti ini dinilai sangat krusial untuk meringankan beban lingkungan.
Jadi, apa yang dilakukan Suparma ini lebih dari sekadar sertifikasi. Ini adalah bukti nyata bahwa pendekatan sirkular dalam industri bukanlah hal mustahil. Dan yang terpenting, ini baru permulaan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kirim Bantuan Alat Ibadah dan Sandang untuk Korban Banjir Bireuen
Pemerintah Siapkan WFA untuk ASN dan Sekolah Online Demi Hemat BBM Mulai 2026
AirNav Perpanjang Larangan Terbang di Ruang Udara Iran hingga 22 Maret 2026
Arus Mudik Lebaran 2026 Melonjak 14%, Capai 1,53 Juta Penumpang dalam 3 Hari Puncak