Ke depan, bukan tidak mungkin produk-produk hasil daur ulang limbah ini akan dipasarkan lebih luas. Ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan nilai tambah dari praktik keberlanjutan yang mereka jalankan.
Pencapaian Suparma ini pun mendapat apresiasi dari pemangku kepentingan lokal. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, menyambut baik langkah tersebut.
"Kami bangga karena Surabaya menjadi yang pertama. Semoga langkah ini dapat diikuti industri lain sehingga beban TPA dapat berkurang," kata Dedik.
Ia menambahkan, meski Surabaya punya fasilitas Waste-to-Energy di TPA Benowo yang bisa olah 1.000 ton sampah per hari, volume sampah yang masuk masih hampir dua kali lipatnya. Karena itulah, kontribusi dunia industri seperti ini dinilai sangat krusial untuk meringankan beban lingkungan.
Jadi, apa yang dilakukan Suparma ini lebih dari sekadar sertifikasi. Ini adalah bukti nyata bahwa pendekatan sirkular dalam industri bukanlah hal mustahil. Dan yang terpenting, ini baru permulaan.
Artikel Terkait
Kasus Dugaan Penggelapan Dana Fujianti Utami Naik ke Penyidikan
Sidang Isbat Ramadan 2026 Digelar 17 Februari, Menteri Agama Pimpin Langsung
Satu Kampus dari PAUD hingga SMA: Sekolah Terintegrasi Siap Dibangun di Tiap Kecamatan
Minyak Kita Rp18.000, Amran Geruduk Pasar Padalarang