Rabu lalu, Presiden Prabowo Subianto melantik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai anggota Dewan Energi Nasional. Pelantikan ini bukan sekadar formalitas belaka. Amran langsung menegaskan, sektor yang dipimpinnya siap menjadi tulang punggung pengembangan energi hijau di Indonesia.
Dasar pengangkatannya adalah dua Keputusan Presiden: Nomor 134P dan 6P Tahun 2026. Tapi, di luar dokumen resmi itu, pesannya jelas. Pemerintah serius ingin menyatukan visi antara pertanian dan energi.
“InsyaAllah, ke depan kita akan mengoptimalkan energi hijau dari sektor pertanian,” kata Amran usai acara pelantikan.
Dia melanjutkan dengan nada optimis, “Potensinya sangat besar, seperti dari ubi kayu atau singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, dan berbagai komoditas lainnya.”
Memang, sebagai negara agraris, kekuatan Indonesia terletak di sana. Menurut Amran, biofuel berbasis komoditas lokal bukan hanya mimpi. Itu adalah jalan nyata menuju kemandirian energi. Saat ini, kelapa sawit dan tebu sudah jadi andalan. Namun begitu, perhatian juga mulai beralih ke sumber lain yang dinilai punya prospek cerah.
Artikel Terkait
Ilmuwan Ungkap Suhu Rahasia untuk Kue Kering Sempurna
Emas Antam Tembus Rp3,1 Juta per Gram, Catat Rekor Baru dalam Sehari
BTN Pacu Pertumbuhan, Rumah Subsidi Tetap Jadi Tulang Punggung hingga 2026
Tur BTS Picu Ledakan Pencarian Wisata ke Korea, Busan Tembus 3.800 Persen