Pemerintah Prabowo Pacu Kedaulatan Energi, Nuklir Masuk Peta Jalan

- Kamis, 29 Januari 2026 | 05:20 WIB
Pemerintah Prabowo Pacu Kedaulatan Energi, Nuklir Masuk Peta Jalan

Ketua Harian Dewan Energi Nasional, Bahlil Lahadalia, baru-baru ini membocorkan fokus utama pemerintahan baru di sektor energi. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto punya komitmen kuat untuk menjadikan energi sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Hal ini diungkapkan Bahlil usai pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Rabu lalu. Suasana di sana terlihat cukup serius, membahas masa depan energi Indonesia.

"Kita tahu semua bahwa salah satu program prioritas Bapak Presiden Prabowo adalah menyangkut dengan kedaulatan energi, ketahanan energi, swasembada energi," ujar Bahlil.

Dia melanjutkan, "Yang salah satu instrumen negaranya adalah arah kebijakan roadmap yang dibangun bersama-sama dengan DEN."

Nah, soal roadmap itu, Bahlil mengaku sudah mulai menggarapnya. Beberapa tahapan Rencana Umum Energi Nasional atau RUEN sedang disusun, termasuk berbagai kebijakan turunannya. Yang menarik, pembangunan energi baru terbarukan akan didorong, dan tenaga nuklir masuk dalam agenda. Ya, nuklir.

"Ini sudah kita kerja dengan membangun beberapa tahapan RUEN, Rencana Umum Energi sampai dengan bagaimana membangun berbagai kebijakan," jelasnya.

"Termasuk di dalamnya adalah pembangunan energi baru terbarukan dan juga adalah mendorong untuk pakai tenaga nuklir," tambah Bahlil.

Di sisi lain, DEN sendiri akan segera menggelar rapat perdana. Agendanya jelas: menjalankan arahan Presiden. Fokus utamanya adalah memulai kedaulatan energi, bebas dari intervensi pihak luar, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Bahlil tak menampik bahwa kondisi saat ini masih berat. Impor BBM, baik solar maupun bensin, masih sangat besar, mencapai angka lebih dari 30 juta kiloliter. Itu jadi pekerjaan rumah yang mendesak.

"Pasti kami akan melakukan bertahap," tegasnya mengenai upaya swasembada ini. "Dan akan tujuannya pada akhirnya adalah swasembada."

Jadi, garis besarnya sudah jelas. Dari nuklir hingga mengurangi ketergantungan impor, sektor energi akan jadi salah satu lapangan utama yang digarap serius dalam lima tahun ke depan. Tinggal tunggu eksekusinya saja.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar