Relawan BRI Bersihkan Sekolah yang Porak-Poranda di Aceh Tamiang

- Selasa, 27 Januari 2026 | 12:00 WIB
Relawan BRI Bersihkan Sekolah yang Porak-Poranda di Aceh Tamiang

Puing-puing masih berserakan di halaman SD Negeri Tugu Upah, Aceh Tamiang. Tapi pagi itu, suasana berbeda. Sekitar 70 relawan berbaju oranye terlihat sibuk mengangkut papan kayu pecah dan reruntuhan lainnya. Mereka adalah relawan BRI Peduli, yang turun langsung untuk membersihkan sekolah yang rusak akibat bencana baru-baru ini.

Kerja mereka fokus. Semua puing dari prasarana yang sudah tak bisa dipakai lagi dipindahkan ke titik tertentu, agar tak mengganggu proses belajar. Area sekolah yang masih becek dan berlumpur juga dibersihkan. Tujuannya jelas: mencegah lumpur kembali masuk ke kelas saat hujan turun, yang bisa memicu banjir lagi. Ruang kelas pun ditata ulang seadanya, demi menciptakan ruang belajar sementara yang layak.

Menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny, aksi ini murni bentuk kepedulian. Tujuannya membantu warga terdampak, terutama guru dan siswa, agar bisa kembali belajar dengan kondisi yang lebih aman dan nyaman.

“Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bentuk solidaritas BRI bagi warga yang terdampak di Bencana di Sumatra. BRI Peduli hadir di tengah masyarakat dengan tujuan menghadirkan manfaat nyata melalui program sosial, tanggap darurat bencana, bantuan kemanusiaan dan recovery pascabencana,” ujarnya.

Dhanny menambahkan, bantuan BRI untuk pemulihan pascabencana di wilayah terdampak ini akan berlanjut secara bertahap. Bahkan, ke depan, SD Negeri Tugu Upah ini rencananya akan dimasukkan ke dalam program “Ini Sekolahku” dari BRI Peduli. Program itu sendiri fokus pada pendampingan sekolah-sekolah di pedalaman dan perbatasan.

Intinya, melalui program tersebut, BRI akan membantu perbaikan sarana dan prasarana fisik sekolah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Harapannya, fasilitas itu bisa kembali dimanfaatkan dengan optimal oleh siswa dan guru.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi motivasi dan pemantik semangat bagi siswa dan siswi untuk terus belajar dengan lingkungan sekolah yang nyaman dan bangunan yang layak, sehingga pada akhirnya sekolah akan menciptakan SDM unggul bagi kemajuan bangsa," tegas Dhanny.

Sebagai bagian dari holding company, komitmen BRI untuk pemulihan pascabencana di Sumatra khususnya Aceh terus ditunjukkan. Kehadiran mereka bukan sekadar menyalurkan bantuan. Lebih dari itu, mereka berupaya memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan dan layanan yang dibutuhkan selama masa sulit ini. Caranya antara lain lewat pendirian Posko Bencana yang menyediakan dukungan lengkap: dari bantuan sosial, layanan kesehatan, sampai pemenuhan kebutuhan dasar.

Secara angka, upaya Grup BRI untuk bencana di Sumatra cukup masif. Sudah 40 aksi tanggap darurat dilaksanakan di berbagai wilayah, didukung 10 posko bencana. Bantuan yang digelontorkan beragam: mulai dari 6.500 paket makanan siap santap, 85.000 paket sembako, hingga 950 paket survival kit. Untuk logistik hunian sementara, disalurkan 10 tenda dan 1.680 unit kasur beserta selimut.

Aspek kesehatan dan sanitasi juga tak luput. Sebanyak 33 truk air bersih, 4.850 paket obat-obatan, dan 7.000 unit peralatan kebersihan telah didistribusikan. Bahkan, untuk menjangkau daerah banjir, lima unit perahu karet dikerahkan. Kalau dihitung total, program kemanusiaan ini telah menyentuh sekitar 100.250 jiwa di berbagai wilayah yang terdampak.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar