Puing-puing masih berserakan di halaman SD Negeri Tugu Upah, Aceh Tamiang. Tapi pagi itu, suasana berbeda. Sekitar 70 relawan berbaju oranye terlihat sibuk mengangkut papan kayu pecah dan reruntuhan lainnya. Mereka adalah relawan BRI Peduli, yang turun langsung untuk membersihkan sekolah yang rusak akibat bencana baru-baru ini.
Kerja mereka fokus. Semua puing dari prasarana yang sudah tak bisa dipakai lagi dipindahkan ke titik tertentu, agar tak mengganggu proses belajar. Area sekolah yang masih becek dan berlumpur juga dibersihkan. Tujuannya jelas: mencegah lumpur kembali masuk ke kelas saat hujan turun, yang bisa memicu banjir lagi. Ruang kelas pun ditata ulang seadanya, demi menciptakan ruang belajar sementara yang layak.
Menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny, aksi ini murni bentuk kepedulian. Tujuannya membantu warga terdampak, terutama guru dan siswa, agar bisa kembali belajar dengan kondisi yang lebih aman dan nyaman.
Dhanny menambahkan, bantuan BRI untuk pemulihan pascabencana di wilayah terdampak ini akan berlanjut secara bertahap. Bahkan, ke depan, SD Negeri Tugu Upah ini rencananya akan dimasukkan ke dalam program “Ini Sekolahku” dari BRI Peduli. Program itu sendiri fokus pada pendampingan sekolah-sekolah di pedalaman dan perbatasan.
Artikel Terkait
Ekonomi Indonesia Kuat Ditopang Konsumsi Domestik dan Utang Terkendali
Lebaran 2026: Lebih dari 638 Ribu Tiket Kereta Api Jarak Jauh Sudah Terjual
Pemerintah Andalkan Perjanjian Dagang ART sebagai Fondasi Hadapi Investigasi AS
KAI Siapkan 19 Perjalanan Tambahan Antisipasi Puncak Mudik Besok