Meta Cabut Sementara Fitur Karakter AI untuk Remaja di Facebook dan Instagram

- Minggu, 25 Januari 2026 | 04:15 WIB
Meta Cabut Sementara Fitur Karakter AI untuk Remaja di Facebook dan Instagram

Meta Platforms, raksasa teknologi di balik Facebook dan Instagram, baru saja mengambil langkah tegas. Mereka akan memblokir akses remaja ke fitur karakter AI di semua aplikasinya. Ini berlaku secara global. Alasannya? Mereka sedang menyiapkan versi baru yang diklaim jauh lebih aman untuk pengguna di usia belasan tahun.

Menurut pernyataan resmi perusahaan, kebijakan ini bakal mulai berlaku dalam hitungan minggu. Pencabutan akses itu bersifat sementara, menunggu sampai pengalaman AI yang dirancang khusus untuk remaja benar-benar siap diluncurkan.

“Mulai beberapa minggu mendatang, remaja tidak akan lagi dapat mengakses karakter AI di seluruh aplikasi kami hingga pengalaman yang diperbarui siap,”

Begitu bunyi penjelasan Meta dalam sebuah postingan blog terbaru mereka yang membahas perlindungan untuk pengguna di bawah umur.

Nantinya, fitur karakter AI untuk remaja ini tak akan berdiri sendiri. Meta menjanjikan adanya kontrol penuh untuk orang tua. Sebenarnya, wacana ini bukan hal baru. Sudah sejak Oktober tahun lalu, perusahaan memberi gambaran soal fitur pengawasan yang memungkinkan orang tua mematikan obrolan privat antara remaja dan karakter AI. Sekarang, rencana itu semakin konkret.

Di sisi lain, perusahaan juga berusaha menenangkan publik. Mereka menegaskan bahwa seluruh pengalaman AI untuk kelompok remaja akan disetel sesuai rating PG-13. Tujuannya jelas: mencegah anak-anak mengakses materi yang dianggap tidak pantas untuk usianya.

Langkah Meta ini muncul di tengah tekanan yang makin menjadi. Regulator di Amerika Serikat, misalnya, kini mengawasi dengan ketat perusahaan-perusahaan AI. Kekhawatiran utama mereka adalah dampak negatif yang mungkin ditimbulkan chatbot, terutama pada pengguna muda.

Tekanan itu punya alasan. Reuters pernah melaporkan sebuah insiden pada Agustus lalu. Saat itu, aturan AI Meta didapati masih memungkinkan terjadinya percakapan provokatif dengan anak di bawah umur. Temuan itu langsung memicu gelombang kritik, mempertanyakan seberapa serius platform media sosial melindungi pengguna mudanya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar