Di ruang sidang Komisi XI DPR RI, Jumat lalu, suasana terasa tegang namun penuh antusiasme. Solikin M Juhro, calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, baru saja menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutannya. Tak pelak, isu rupiah yang melemah jadi sorotan utama para anggota dewan yang hadir.
Menanggapi kekhawatiran itu, Solikin tampak tenang. Dia menegaskan BI punya strategi kokoh untuk menjaga stabilitas mata uang kita. Strateginya mencakup intervensi pasar dan, yang tak kalah penting, penguatan fundamental ekonomi.
"Ya kalau mengenai nilai tukar, jelas Bank Indonesia sudah memiliki strategi yang cukup kuat," ujarnya.
"Kita masih cukup kompetitif, baik secara jangka pendek maupun panjang sesuai dengan fundamental," tambah Solikin, yang masih menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, usai sesi di Kompleks Parlemen.
Namun begitu, rupiah bukan satu-satunya topik panas. Diskusi juga mengalir deras soal cara mendorong ekonomi domestik. Yang menarik, prinsip inklusivitas tetap dipegang tegus. Solikin merasa ada keselarasan pandangan dirinya dengan para wakil rakyat tentang masa depan ekonomi Indonesia.
Dia yakin negara ini punya peluang tumbuh lebih progresif. Syaratnya satu: stabilitas makroekonomi harus dijaga ketat, tanpa kompromi.
Artikel Terkait
Hujan Tak Halangi 400 Pelajar Berdebat ala Sidang PBB di Jakarta
Pramono Anung Turun Langsung, Perintahkan Tambah Pompa di Titik Banjir Daan Mogot
Bahlil Anggap Target Lifting Minyak 1,6 Juta Barel Mustahil Dicapai
Banjir Bekasi Meluas, 30 Ribu Keluarga Terdampak dan Ribuan Mengungsi