Nah, optimisme ini ternyata diamini oleh lembaga-lembaga internasional. Prabowo menyebut laporan IMF November lalu yang menjuluki Indonesia sebagai 'bright spot' atau titik terang. Pujian itu, tegasnya, bukan datang begitu saja.
“Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh,” kata Prabowo.
Menurut dia, stabilitas yang kita rasakan sekarang bukanlah kebetulan. Ini buah dari pilihan jalan yang konsisten. Di tengah dunia yang terkadang memilih jalan konfrontasi, Indonesia lebih memilih untuk bersatu dan berkolaborasi.
“Kami, Indonesia, telah dan akan selalu memilih persatuan daripada perpecahan, memilih persahabatan dan kolaborasi daripada konfrontasi, dan selalu memilih persahabatan daripada permusuhan. Kredibilitas kami, yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun, telah dijaga,” pungkasnya di akhir sesi.
Pidato yang penuh keyakinan itu pun mengundang decak kagum dari sejumlah peserta forum. Mereka melihat, di tengah awan kelabu ekonomi global, Indonesia menawarkan narasi yang berbeda. Sebuah narasi tentang ketahanan dan harapan.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Aturan Batasi Akses Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kemenhaj Siapkan Dua Skenario Haji 2026 Antisipasi Konflik Timur Tengah
Stellantis Terbitkan Obligasi Hybrid Rp97,9 Triliun untuk Kuatkan Likuiditas
Persiapan Mudik Lebaran 2026 Dimulai, Keamanan dan Kenyamanan Jadi Prioritas