Namun begitu, Trump tak hanya berhenti pada pernyataan. Ia juga mengeluarkan peringatan keras. Jika negara-negara Eropa berani menjual aset milik AS, mereka harus bersiap menghadapi konsekuensinya.
"Tapi Anda tahu, kalau hal itu sampai terjadi, akan ada pembalasan besar dari kami," katanya dengan nada mengancam. "Dan kami memegang semua kartu."
Di sisi lain, tampaknya ada sedikit pelunakan dari retorika panasnya. Trump menyatakan bahwa ia tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut Greenland. Langkah konkret lain, ia membatalkan penerapan tarif 10 persen yang sedianya akan dikenakan pada delapan negara, termasuk Denmark. Tarif itu dianggapnya sebagai penghalang untuk menguasai Greenland.
Tarif yang sempat mengancam itu rencananya berlaku mulai 1 Februari, lalu naik drastis jadi 25 persen pada 1 Juni. Kebijakan itu akan terus berlaku sampai AS menurutnya benar-benar menguasai Greenland. Nah, dengan pembatalan ini, suasana mungkin sedikit mereda, meski sentimen dasarnya jelas belum berubah.
Artikel Terkait
Prabowo: Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ketegangan Global
Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Nasional Aman hingga Akhir Tahun
Iran Bantah Tutup Selat Hormuz, Tuding AS dan Israel Sebabkan Sepinya Lalu Lintas
Harga Telur Ayam Ras di 210 Daerah Tembus Batas Acuan Jelang Lebaran 2026