Wamenkes Tandatangani Kerja Sama Digital Health dengan China, Tekankan Kedaulatan Data

- Kamis, 22 Januari 2026 | 14:15 WIB
Wamenkes Tandatangani Kerja Sama Digital Health dengan China, Tekankan Kedaulatan Data

Wakil Menteri Kesehatan, dr. Benjamin Paulus Octavius, baru saja menyelesaikan serangkaian kunjungan kerja ke China. Tujuannya jelas: memperdalam kemitraan bilateral, khususnya di ranah kesehatan digital dan riset medis. Kunjungan yang membawanya ke beberapa kota seperti Xuzhou, Hefei, dan Hangzhou ini ternyata cukup produktif.

Di Xuzhou, misalnya, terjadi penandatanganan nota kesepahaman yang cukup signifikan. Xuzhou Medical University, Kementerian Kesehatan RI, dan Badan Standardisasi Nasional sepakat membentuk Laboratorium Bersama China-Indonesia. Fokusnya pada Digital Medicine dan Proactive Health.

Menurut dr. Benjamin, langkah ini strategis. Ia melihatnya sebagai fondasi untuk mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional. “Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan sistem kesehatan digital dan penerapan AI medis yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan kepada media dan dikutip dari laman resmi Kemenkes, Kamis (22/01/2026).

Namun begitu, kerja sama ini bukan cuma soal tanda tangan di atas kertas. Delegasi Indonesia juga turun langsung melihat penerapan teknologi di lapangan. Mereka meninjau penggunaan AI dalam layanan kesehatan primer, plus pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler (TCM). Rupanya, ada keinginan kuat untuk mendorong alih teknologi, agar fasilitas produksi TCM bisa berdiri di dalam negeri.

Di sisi lain, Wamenkes juga menegaskan prinsip utama dalam semua kolaborasi ini. Menurutnya, semua harus dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip alih teknologi, penguatan kapasitas dalam negeri, dan yang tak kalah penting: perlindungan data kesehatan. Kedaulatan data adalah hal yang non-negosiable.

Pada akhirnya, kunjungan ini diharapkan bukan sekadar seremonial. Harapannya, hubungan Indonesia-China di sektor kesehatan bisa makin erat. Dan yang utama, mendukung target nasional seperti percepatan eliminasi TBC dan penguatan layanan kesehatan dasar untuk masyarakat.

Laporan ini disusun oleh Shifa Nurhaliza Putri.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar