Pabrik Hino Purwakarta Sepi, Hanya 25% Kapasitas Terpakai Akibat Banjir Truk China

- Rabu, 21 Januari 2026 | 19:06 WIB
Pabrik Hino Purwakarta Sepi, Hanya 25% Kapasitas Terpakai Akibat Banjir Truk China

Meski diterpa kesulitan, komitmen Hino untuk bertahan di Indonesia tetap ditegaskan. Strateginya? Mereka akan coba memperkuat diferensiasi produk, menekan biaya kepemilikan total, dan mengandalkan keunggulan jaringan layanan purna jual yang luas. Jaringan itu melayani berbagai sektor, dari logistik dan pertambangan sampai transportasi publik.

Di sisi lain, Hino mendorong adanya kebijakan industri yang lebih adil. Bukan untuk menutup keran impor sama sekali, tapi menciptakan lapangan bermain yang seimbang antara produk rakitan lokal dan kendaraan impor utuh. Tujuannya agar investasi yang sudah ditanamkan selama ini punya kepastian.

"Kondisinya memang berat. Tahun lalu kami benar-benar berjuang, "struggle". Syukur-syukur bisa bertahan," lanjut Harianto soal kondisi internal.

"Kami sudah sampaikan situasi ini ke karyawan. Sampai saat ini tidak ada PHK, walaupun kondisi negatif. Konsepnya kami lebih fokus mempersiapkan dan merawat mesin, menunggu saat produksi naik lagi. Alhamdulillah, tahun ini ada sedikit angin segar dari program Koperasi Merah Putih."

Data dari Gaikindo menunjukkan betapa tajamnya penurunan ini. Puncak produksi Hino dalam lima tahun terakhir terjadi di 2022, dengan 32.570 unit, didorong pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Sejak itu, trennya terus merosot. Tahun 2023 produksi turun 15,4% jadi 27.545 unit. Lalu di 2024 turun lagi 13,5% ke angka 23.823 unit. Puncak penurunannya terjadi di 2025, dengan produksi yang anjlok 22,6% menjadi hanya 18.450 unit.

Kalau dibandingkan dengan masa kejayaan di 2022, produksi 2025 ini merosot sekitar 43 persen. Angka itu, jika dikaitkan dengan kapasitas pabrik 75 ribu unit per tahun, memang hanya mencerminkan utilisasi 24-25 persen. Sebuah angka yang menyisakan banyak pertanyaan tentang masa depan.


Halaman:

Komentar