Karena itulah, fokus pembangunan sepuluh universitas baru ini akan diarahkan pada bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. Standarnya pun ingin mengacu pada yang terbaik. “Saya ingin menggunakan standar Inggris, standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di sana,” tutur Prabowo.
Rencananya tak berhenti di kampus. Setiap universitas baru itu nantinya akan dilengkapi dengan rumah sakit pendidikan berstandar internasional. Menurut Prabowo, langkah ini justru bisa menghemat devisa negara.
“Kalau kita bangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus, mungkin kita bisa menghemat USD6 miliar per tahun. Uang itu bisa dialihkan untuk mendukung universitas dan rumah sakit itu sendiri,” paparnya.
Dia optimistis seluruh persiapan bisa diselesaikan tepat waktu. Targetnya, universitas-universitas ini sudah bisa menerima mahasiswa perdana pada 2028 mendatang.
“Awal 2028, kita harap bisa punya kelompok pertama mahasiswa di Indonesia. Rencananya, kita akan bangun sebuah kawasan khusus yang terdiri dari universitas-universitas ini. Kawasan itu harus menjamin kualitas hidup, keamanan, dan keselamatan, agar menarik bagi dosen asing untuk datang dan bekerja di Indonesia,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Lavrov Bantah Rusia Ingin Greenland: Itu Bukan Masalah Kami
Amran Sulaiman: Beras Ilegal Ancam Semangat Petani dan Kesehatan Publik
Chief Mouser Larry Curi Perhatian Saat Sambut Presiden Prabowo di Downing Street
50.000 Ton Batu Bara Ilegal Diamankan di Tepian Sungai Mahakam