“Hari ini saya akan mengadakan diskusi lagi dengan para pemimpin bisnis dari Inggris. Juga dengan para pemimpin dari kelompok Universitas Russell Group,” tuturnya. “Jadi, saya rasa ini sangat produktif. Dan saya sangat menghargai hubungan kita, Perdana Menteri.”
Di sisi lain, PM Keir Starmer melihat kunjungan ini sebagai cermin dari hubungan kedua negara yang sedang naik daun. Sejak ditingkatkan statusnya menjadi kemitraan strategis, geliatnya terasa makin kencang.
Starmer secara khusus menyoroti manfaat kerja sama maritim yang sudah disepakati sebelumnya. Bagi Inggris, ini bukan sekadar kerja sama diplomatik biasa.
“Terima kasih juga atas perjanjian maritim yang telah kita tandatangani, meskipun secara virtual di G20. Dan itu diukur dari banyak sekali lapangan pekerjaan yang benar-benar penting bagi Inggris,” kata Starmer.
Usai berbincang berdua, pertemuan dilanjutkan dengan format bilateral. Delegasi dari kedua negara ikut serta. Agenda utamanya jelas: merancang langkah-langkah konkret. Bagaimana semua kesepakatan dan wacana yang dibicarakan bisa diwujudkan dalam aksi nyata, sekaligus mencari celah untuk memperluas kolaborasi.
Artikel Terkait
Prabowo Bongkar Strategi Pendidikan: Sekolah Berasrama hingga Digitalisasi untuk Putus Rantai Kemiskinan
Prabowo Undang Inggris Buka 10 Kampus Kedokteran Berstandar Global
Medan Ekstrem Bulusaraung: Tantangan Berat di Balik Pesona dan Tragedi
Gelombang Mudik Nataru 2026: 110 Juta Orang Tercatat, Kepuasan Masyarakat Melesat