JAKARTA – Pernyataan Damai Hari Lubis, mantan tersangka dalam kasus dugaan fitnah ijazah palsu Presiden Jokowi, mengundang perhatian. Ia mengaku kebingungan, bahkan merasa heran, kenapa namanya sempat masuk dalam daftar tersangka. Pasalnya, dalam berkas perkara, dirinya sama sekali tidak tercatat sebagai pihak terlapor.
Menurutnya, penetapan itu berbau politis. Kala itu, posisinya cuma sebagai pendamping hukum untuk kubu Roy Suryo dan kawan-kawan. Tapi tiba-tiba, ia malah disangkakan.
"Jadi dasar-dasar itulah saya keberatan jadi tersangka. Saya pertama bisa mendampingi Kurnia, dan dapat kuasa dari Eggi, Roy, Rismon, kok saya jadi tersangka," ucap Damai dalam tayangan Rakyat Bersuara iNews TV, Selasa (20/1/2026).
Ia tak bisa menebak alasan polisi. Yang jelas, pasal yang dibebankan kepadanya sama persis dengan tersangka lainnya.
"Saya mana tahu, hak polisi perbedaan pendapat, pasalnya sama. Saya bilang ini gak lepas dari politis," tegasnya.
Nada suaranya terdengar getir. "Bagi saya ini politis, kawan-kawan berpikir dulu Kapolri itu siapa diangkat oleh presiden," ungkapnya lagi, menyiratkan sesuatu.
Di sisi lain, Damai bersikukuh bahwa dirinya tak bersalah. Meski begitu, ia mengakui berada dalam situasi yang serba sulit. Tekanan datang dari mana-mana.
"Saya memang dalam posisi serba salah. Mungkin publik berharap kepada saya dan Eggi untuk terus berjuang, diharapkan kami, tapi saya tidak bersalah dengan Eggi, hanya posisi serba salah. Posisi saya yang salah, tapi saya tidak salah," katanya, mencoba menjelaskan kerumitan yang ia rasakan.
Kini, statusnya sudah bukan tersangka lagi. Tapi pertanyaan besarnya tetap menggantung: mengapa semua ini bisa terjadi?
Artikel Terkait
Menhub Evaluasi Sistem Elektrifikasi dan Palang Pintu KRL Usai Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur
Rejuvenasi Peninsula Island di The Nusa Dua Capai 14,42 Persen, Akses Water Blow Hampir Rampung
Taylor Swift Daftarkan Merek Dagang Suara dan Wajah sebagai Tameng Hukum Lawan Deepfake AI
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp165.000 per Kilogram, Pangan Pokok Kompak Naik