Di ruang lobi Polda Metro Jaya, Selasa (20/1/2026) lalu, ahli digital Tono Saksono berbicara pada segerombolan wartawan. Suasana terasa tegang. Ia baru saja menjalani pemeriksaan sebagai ahli meringankan yang diajukan oleh tim kuasa hukum Roy Suryo dan kawan-kawan. Tapi yang menarik perhatian justru pernyataannya beberapa hari sebelumnya, saat gelar perkara khusus pada Senin (15/12/2025).
“Pada saat itu saya hanya mengucapkan, bahwa saya menjelaskan, bahwa ketiga orang ini adalah aset bangsa,” kata Tono, tegas.
Ia lalu melanjutkan, “Jarang sekali orang yang punya keahlian seperti mereka itu.”
Intinya, Tono merasa Roy Suryo cs punya nilai lebih. Menurut penilaiannya, keahlian teknis yang dimiliki ketiganya justru sangat dibutuhkan oleh negara. Bukan untuk dipenjara.
“Jadi justru polisi seharusnya perlu orang-orang seperti ini. Militer perlu orang-orang seperti ini,” ujarnya.
Ia khawatir, jika mereka ditahan dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi itu, potensi besar mereka justru terbuang. Ilmunya tak bisa ditularkan.
“Jadi seharusnya orang-orang seperti ini, anak-anak muda seperti ini, itu kan harus dirawat, diberi fasilitas, dikembangbiakan ilmunya,” tutur Tono.
Artikel Terkait
Harga Cabai Rawit Merah Melonjak, Bawang dan Daging Ayam Turun
5 Destinasi Hits di Padalarang yang Mudah Diakses via Kereta Cepat KCIC
Negosiasi Konser BTS di JIS Masuk Tahap Mendalam, Kepastian April 2026
PNM Gelar Program Ramadan Madani untuk Tebar Santunan dan Edukasi Anak