Angkanya cukup mencengangkan. Dari total 593 perjalanan antarkota di Jawa periode Jumat hingga Minggu, 82 dibatalkan. Rinciannya, 21 perjalanan batal Jumat dan 61 batal Minggu. Belum lagi 17 perjalanan lainnya yang terpaksa dialihkan lewat rute memutar lewat Cirebon-Kroya-Yogyakarta-Solo.
Keterlambatan? Sudah pasti. Ada 76 perjalanan yang terlambat dengan rata-rata hampir 4 jam. Bahkan, hingga Minggu siang, 51 perjalanan yang berangkat Jumat masih belum sampai tujuan. Rekor keterlambatan tertinggi dicatat KA Argo Muria dengan telat hampir 8 jam untuk kedatangan. Angkutan barang juga kena imbas, 16 perjalanan dibatalkan.
Dampaknya langsung terasa ke penumpang. Hingga pukul 08.00 WIB Minggu, tercatat 8.615 tiket jarak jauh dibatalkan oleh pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan upaya pemulihan yang sedang berjalan.
Menurut Anne, selain penanganan darurat, KAI juga memperkuat langkah pencegahan jangka panjang. Mereka berkoordinasi dengan pemda dan instansi terkait agar prasarana lebih siap hadapi cuaca ekstrem ke depan.
Jadi, begitulah situasinya. Cuaca ekstrem memang memukul operasional kereta api. KAI berusaha menyeimbangkan antara keselamatan dan pelayanan, meski konsekuensinya adalah pembatalan dan keterlambatan yang tak terhindarkan.
Artikel Terkait
Trump Ajukan Kevin Warsh Pimpin The Fed, Hadapi Penolakan dari Senator Sekutu
Kesehatan Nadiem Memburuk di Tengah Sidang Korupsi Rp809 Miliar
PM Hun Manet Targetkan Pemberantasan Pusat Penipuan Daring di Kamboja Tuntas April 2026
Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Mulai Hari Ini