Persidangan kasus ini sendiri dipastikan akan melibatkan juri. Seorang hakim di Oakland, California, baru-baru ini memutuskan hal tersebut, dengan rencana sidang diperkirakan dimulai bulan April nanti.
Dokumen pengaduan Musk merinci sumbangannya: sekitar 38 juta dolar atau 60 persen dari pendanaan awal. Bukan cuma uang. Ia juga mengklaim membantu merekrut staf, menjembatani koneksi penting, dan yang utama, memberikan kredibilitas pada proyek ambisius itu di mata banyak orang. Perhitungan nilai kontribusi ini dilakukan oleh saksi ahli pihak Musk, seorang ekonom keuangan bernama C. Paul Wazzan.
Jika juri nanti berpihak padanya, Musk berpotensi mendapatkan ganti rugi punitif dan sanksi lain. Bentuknya bisa macam-macam, meski belum dirinci secara gamblang.
Tentu saja, OpenAI dan Microsoft tidak tinggal diam. Mereka melawan dengan meminta hakim membatasi kesaksian ahli Musk. Argumen mereka, analisis Wazzan dianggap mengada-ada, tidak bisa diverifikasi, dan belum pernah ada presedennya. Mereka menyebut usulan pemindahan dana miliaran dari organisasi nirlaba ke mantan donor yang kini jadi pesaing adalah hal yang tidak masuk akal.
Lebih luas lagi, kedua perusahaan membantah habis-habisan angka kerugian yang diajukan Musk. Mereka menilai pendekatan ahli tersebut tidak bisa diandalkan dan berisiko menyesatkan para juri di persidangan nanti. Pertarungan hukum ini, jelas, masih akan panjang.
Artikel Terkait
Arus Balik Libur Padati Gerbang Tol Jakarta, 157 Ribu Kendaraan Kembali dalam Sehari
Cinta Tak Tergenang Banjir: Pengantin Digendong di Resepsi yang Banjir
Prabowo Siap Sambangi Davos Usai Pertemuan dengan Raja Charles dan PM Inggris
Menag Terbang ke Kairo, Godok Rencana Cabangkan Al-Azhar di Indonesia