Hujan deras mengguyur Jakarta sejak dini hari tadi. Bukan hujan biasa, intensitasnya ekstrem. Akibatnya, bisa ditebak: banjir lagi. Kali ini, Jakarta Utara yang paling parah. Sekitar 80 persen wilayahnya terendam, membuat aktivitas warga lumpuh total.
Di tengah genangan yang meluas, Walikota Jakarta Utara Hendra Hidayat turun langsung ke lokasi. Ia mengaku pihaknya sudah siaga sejak pagi.
"Hujan ekstrem sejak malam," ujar Hendra saat meninjau kawasan Pademangan yang kebanjiran.
"Kami turun ke lapangan untuk memantau situasi dan mengecek kesiapan sarana, prasarana, serta personel penanganan."
Upaya penanggulangan pun digenjot. Menurut Hendra, semua rumah pompa difungsikan maksimal. Mereka juga mengerahkan puluhan pompa mobile tepatnya 72 unit untuk mempercepat pengeringan.
Namun begitu, tantangannya tidak cuma dari langit. Ada faktor lain yang memperburuk keadaan: air laut yang naik.
Hendra menyebut informasi dari Dinas SDA bahwa rob turut berkontribusi pada tingginya genangan. "Permukaan air laut naik karena ada rob. Mudah-mudahan nanti cepat turun agar penanganan genangan bisa lebih cepat," harapnya.
Jadi, kombinasi mematikan: hujan lebat tak henti ditambah air laut yang merangkap. Warga pun kembali harus bersabar, menunggu air surut dan pompa-pompa bekerja menyelesaikan tugasnya.
Artikel Terkait
PLN EPI Targetkan Bio-CNG dari Limbah Sawit untuk Perkuat Transisi Energi
Pedagang Cilok Tewas Bersimbah Luka di Kontrakan Tangerang, Polisi Tangkap Ayah dan Anak sebagai Terduga Pelaku
Siswi SMA Hilang Terseret Ombak di Tebing Pantai Apparalang Bulukumba
KPK Ingatkan Praktik Pungli Masih Warnai Penerimaan Siswa Baru